Ilustrasi: Kantor Buana Finance/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Buana Finance Tbk (BBLD) pada Senin, 29 September 2025 mengumumkan bahwa telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Corporate Secretary BBLD, Ahmad Khaetami dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, perjanjian fasilitas kredit itu senilai Rp500 miliar dengan tenor maksimal 36 bulan.
“PT Buana Finance Tbk (Perseroan) telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk, sehubungan dengan pemberian fasilitas installment loan-2 kepada Perseroan sebesar Rp500 miliar dengan tenor maksimal 36 bulan,” kata Ahmad dikutip, Selasa, 30 September 2025.
Baca juga: Buana Finance Targetkan Pembiayaan Rp4,15 Triliun, Begini Strateginya
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan, yaitu pemberian kredit consumer finance dan financial lease. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perseroan.
Adapun, berdasarkan hal itu, Perseroan memastikan tidak ada dampak material dari kejadian, informasi, atau fakta material, terhadap kondisi keuangan Perseroan, hukum dan keberlangsungan usaha.
Sebagai informasi, Perseroan sebelumnya juga telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) senilai Rp200 miliar pada 31 Agustus 2025.
Baca juga: Bank Victoria International (BVIC) Berhasil Penuhi Modal Inti Minimum Bank
Perjanjian fasilitas kredit dengan BVIC itu adalah pemberian fasilitas demond loan (money market-line) dengan jangka waktu 12 bulan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More