BTPN wow
Jakarta–BTPN WOW, layanan Laku Pandai PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus menargetkan pertambahan jumlah agen. Maret tahun depan, agen BTPN WOW ditargetkan mencapai 75 ribu agen, lebih dari dua kali lipat dibanding agen yang tercatat 32 ribu pada Mei tahu ini.
Luhur Budijarso, Chief of Marketing BTPN WOW mengatakan, saat ini layanan BTPN WOW sudah menyebar di wilayah Jawa dan Sumatera, serta mulai merambah ke kawasan timur Indonesia tepatnya di Kupang. Ke depan, arahnya BTPN WOW akan dikembangkan ke kawasan timur Indonesia.
“Tahun lalu fokus Jawa, tahun ini mulai Lampung, Medan, Palembang, mulai gencar Kupang kita baru mulai dua bulan ini,” kata Luhur dalam acara Buka Puasa Bersama Media di Jakarta, Selasa, 14 Juni 2016.
Selain menambah jumlah agen, BTPN WOW juga terus melakukan edukasi antara lain dengan melakukan sponsorship event Torabika Soccer Championship. Event tersebut dinilai cocok untuk melakukan edukasi karena target segmen yang sama dengan BTPN WOW. Menurutnya olahraga sepakbola diminati 85% orang Indonesia, 150 ribu hingga 200 ribu suporter mendatangi stadion bola setiap minggu, 15 juta orang tercatat resmi sebagai anggota fans club sepakbola.
“Ini komunitas besar, dan semua transaksi masih cash, mereka punya jaringan, korwil-korwil, mereka ini sampai menabung untuk menonton bola di luar kota. Misal bobotoh mau nonton ke Malang, mereka nabung loh, jadi kalau dilihat skala ekonomi, uang yang berputar di sepak bola ini potensinya ada. Kalau kita bikin acara sendiri 150 ribu orang ngumpulin kan susah,” tandasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More