Perbankan

BTPN Syariah Tebar Dividen Rp540,4 Miliar atau Rp70,15 per Saham

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BTPN Syariah menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2023 senilai Rp540,40 miliar atau Rp70,15 per lembar saham kepada pemegang saham.

Besaran dividen tersebut setara dengan 50 persen dari laba bersih kinerja tahun 2023 BTPN Syariah sebesar Rp1,08 triliun.

RUPST BTPN Syariah juga menyetujui laba ditahan sebesar Rp520,10 miliar untuk menunjang bisnis bank ke depan. 

Baca juga: RUPST OCBC Indonesia Sepakat Tebar Dividen Rp1,65 Triliun, 40 Persen dari Laba 2023

Direktur Kepatuhan merangkap Corporate Secretary Perusahaan Arief Ismail mengatakan, pembagian dividen dilakukan sebagai bentuk komitmen BTPN Syariah terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya investor. 

“Bank juga senantiasa loyal memberdayakan masyarakat inklusi di berbagai pelosok Indonesia demi memberikan kesempatan tumbuh bersama dan membuat segmen ultra mikro memiliki hidup yang lebih berarti,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 20 Maret 2024.

Sementara dari sisi kinerja, BTPN Syariah berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,08 triliun dan mampu menyalurkan pembiayaan untuk masyarakat inklusi sebesar Rp11,38 triliun sepanjang 2023.

Adapun rasio keuangan bank juga tercatat sehat dan kuat, seperti Return on Asset (RoA) 6,3 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) 51,6 persen. 

Berdayakan Masyarakat Inklusi

Berbagai upaya dilakukan BPTN Syariah dalam memberikan pendampingan lebih intensif kepada nasabah sebagai bentuk komitmen dalam memberdayakan masyarakat inklusi.

Baca juga: RUPST Bank Mandiri Setujui Dividen Rp33.03 T

Salah satunya, melibatkan lebih banyak generasi muda dalam mendampingi segmen ultra mikro melalui program Bestee (Berdaya Bersama Sahabat Tepat Indonesia) yang bekerja sama dengan Kampus Merdeka. 

Saat ini, sudah lebih dari 49 ribu ibu-ibu nasabah yang mendapatkan pendampingan dari 1.821 fasilitator dalam memajukan usahanya di lebih dari 827 kecamatan di Indonesia. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago