Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) optimis laba bersih perseroan dapat tumbuh double digit pada 2025, atau lebih baik dari proyeksi awal yang diperkirakan flat.
“Pada awal tahun 2025 kami sampaikan ke publik, bahwa (target laba), kurang lebih angkanya flat. Tapi melihat kinerja (BTPN Syariah) sampai dengan semester satu tahun ini, kurang lebih kami optimis bahwa kami bisa mencapai angka double digit yang baik secara pertumbuhan laba bersih di tahun 2025,” ujar Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah dalam konferensi pers kegiatan Public Expose Live 2025 yang digelar secara virtual, Rabu, 10 September 2025.
Lebih jauh dia menjelaskan, perseroan juga menargetkan rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) terjaga di bawah 3 persen pada akhir 2025. Target ini sejalan dengan upaya BTPN Syariah memperbaiki kualitas pembiayaan sejak awal tahun. Namun, penyaluran pembiayaan diproyeksi tetap flat dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau untuk pembiayaan, kami akan terus bersifat hati-hati, atau prudent. Jadi pembiayaan kami masih akan—atau flat, atau pun menurun. Karena kami fokus pada kualitas,” tambahnya.
Baca juga: Bos BTPN Syariah Bocorkan Besaran Dividen Tahun Buku 2025
Sementara itu, BTPN Syariah juga menjaga cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dengan rasio sekitar 240 persen dan provision coverage di kisaran 258 persen. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi tantangan pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Menjaga rasio CKPN penting, untuk berhati-hati, melihat tantangan kondisi yang masih ada untuk segmen UMKM,” tutur Fachmy.
Selain kinerja keuangan, Fahmi menegaskan perseroan memiliki tiga fokus utama pada semester II 2025. Pertama, memperkuat kualitas pembiayaan ultra mikro yang selama ini menjadi basis utama BTPN Syariah.
Kedua, melanjutkan proses strategis dengan bank induk. Ketiga, mendorong sebagian nasabah ultra mikro naik kelas ke segmen yang lebih tinggi, baik individual financing maupun segmen low micro yang selama ini belum digarap oleh BTPN Syariah.
“Dengan strategi ini, kami ingin menjaga kesinambungan pertumbuhan, sekaligus memperluas jangkauan ke segmen yang lebih beragam,” tuturnya.
Baca juga: BTPN Syariah Cetak Laba Bersih Rp644 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 16,6 Persen
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan merangkap Sekretaris Perusahaan BTPN Syariah, Arief Ismail, mengungkapkan bahwa kualitas pembiayaan perseroan terus membaik.
Hal ini ditopang oleh seleksi nasabah yang ketat, pertumbuhan yang prudent di wilayah potensial, serta penguatan tim di lapangan agar dapat beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang menantang.
“Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat portofolio pembiayaan kami tetap sehat. Dan mudah-mudahan kedepannya kami bisa terus pertahankan dan mungkin Insya Allah bisa lebih baik lagi,” ungkap Arief. (*) Ayu Utami
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More