Perbankan

BTPN Syariah Kantongi Laba Bersih Rp771 Miliar di Kuartal III 2024

Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja positif di kuartal III 2024, dengan mencetak laba bersih Rp771 miliar.

Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah menjelaskan, ditengah situasi yang menantang bagi segmen ultra mikro, perseroan terus berusaha menciptakan stabilisasi bisnis dengan berbagai program dimulai dari meningkatkan kedisiplinan nasabah, kekompakan sentra, serta program peningkatan usaha nasabah.

Alhamdulillah dengan upaya tersebut, kinerja bank sesuai prediksi, di mana kami mencatat laba bersih mencapai Rp771 miliar,” ujar  Fachmy dalam keterangan resmi dikutip Jumat, 25 Oktober 2024.

Raihan laba bersih tersebut ditopang dari penyaluran pembiayaan Bank BTPN Syariah yang mencapai Rp10,33 triliun per September 2024. Dari sisi rasio keuangan Bank tetap kuat, di mana Return on Asset (RoA) 6,1 persen.

Baca juga: Bank Permata (BNLI) Cetak Laba Rp2,8 Triliun, Ini Penopangnya

Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) 51,7 persen atau jauh di atas rata-rata industri, sehingga ketahanan BTPN Syariah sangat terjaga. Hal ini membuat Bank BTPN Syariah terbuka untuk memberikan opsi pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) tahun depan konsisten dengan yang diberikan di 2024.

“Kinerja ini ditunjang oleh berbagai upaya yang dilakukan oleh bank untuk meningkatkan kualitas pembiayaan yang menjadi fokus bisnis perseroan,” kata Fachmy.

“Salah satunya dengan memberikan pelayanan tuntas kepada seluruh nasabahnya, mulai dengan memperkuat kembali perilaku unggul nasabah, hingga diberangkatkan umrah satu pesawat. Semua upaya disambut baik oleh nasabah,” tambahnya.

Sementara, perilaku unggul yang kembali diperkuat, yakni BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu), telah dibangun sejak pertama kali nasabah tertarik dengan produk dan layanan Bank dan dipacu untuk menjadi kebiasaan sehari-hari nasabah.

BDKS ini juga dinilai mampu menumbuhkan rasa solidaritas antar nasabah, sehingga terbangun rasa yang kuat untuk saling tolong menolong jika ada yang mengalami kesulitan.

Pada akhirnya, nasabah yang memiliki perilaku unggul yang akan bertahan dan mampu melewati berbagai tantangan dalam menggunakan pembiayaan dan membesarkan usahanya. Penanaman perilaku unggul yang secara konsisten dilakukan dalam sebuah kumpulan rutin yang bertemu setiap dua minggu sekali ini disebut PRS (Pertemuan Rutin Sentra).

Di PRS, Bank BTPN Syariah memberikan semua pelayanan kepada nasabah secara tuntas. Baik akses terhadap modal usaha, hingga akses terhadap ilmu pengetahuan agar nasabah bisa membesarkan usahanya.

Di samping itu, berbagai apresiasi berupa cashback bagi nasabah inspiratif dan doorprize bagi sentra yang kompak juga diberikan dalam PRS.

Kemudian, BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable).

Baca juga: BCA Raup Laba Bersih Rp41,1 Triliun di Kuartal III 2024, Naik 12,8 Persen

“Perempuan menjadi target utama pemberdayaan karena Bank BTPN Syariah percaya, bila perempuan berdaya maka keluarga pasti berdaya,” ujar Fachmy.

Adapun dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah tetap menjalankan fungsinya sebagai bank dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan kemudian disalurkan sepenuhnya untuk segmen ultra mikro.

“Dengan demikian, kami membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk bersama-sama memberdayakan umat,” kata Fachmy. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

10 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

10 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

10 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

10 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

12 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

13 hours ago