Laba BTPN Melonjak 17% di Semester I 2018
Bandung–PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mengklaim tingkat bunga kredit telah mengalami penurunan sebesar 100 basis poin sejalan dengan arah penurunan suku bunga perbankan, terutama dari sisi bunga deposito.
“Bunga kredit, segmen penurunan berbeda, seharusnya sudah ada 100 bps (turun) dari penurunan cost of fund (biaya dana) dan persaingan yang sehat juga,” tutur Wakil Direktur Utama BTPN, Ongki W. Dana di Bandung, Rabu, 14 September 2016.
Menurutnya, dari bulan ke bulan biaya dana terus mengalami penurunan, seiring dengan penurunan BI 7 Day Reverse Repo Rate dan LPS rate. Pertumbuhan kredit industri perbankan yang tidak terlalu cepat, diyakini Ongki juga menjadi salah satu penyebab penurunan biaya dana karena bank tidak perlu jor-joran menarik dana dengan biaya tinggi.
Adapun komposisi pendanaan BTPN sendiri mayoritas masih berasal dari produk deposito. Total dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp65,3 triliun per Juni 2016, dengan tambahan pendanaan dari penerbitan surat utang atau obligasi, pun pinjaman bilateral.
Sedangkan dari sisi suku bunga dasar kredit (SBDK), tercatat sebesar 15,17% untuk kredit ritel, kredit mikro sebesar 19,61%, dan kredit konsumer non-KPR di level 16,62%.
Sementara untuk mengikuti penurunan suku bunga kredit perbankan, yang diarahkan pemerintah ke single digit akan dilakukan BTPN dengan beberapa cara.
“Kita percaya segmen mikro base besar dan akan tetap tumbuh. Kita ikuti arah pemerintah lebih rendah lebih baik. Untuk bisa turun terus ada 3 poin, yaitu biaya dana, tapi bukan di bawah kontrol kita tergantung kondisi makro. Kontrol kita merampingkan biaya operasi. Lalu dengan kondisi ekonomi lebih baik, biaya NPL juga menurun. Kita akan terus berusaha membuat operasional kita lebih efisien,” tandas Ongki. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More