Kendati belum menghasilkan profit dari sisi bisnis untuk tahap awal ini, namun Iwan optimis potensi BTPN Wow! akan sangat besar saat produk pinjaman atau kredit sudah mulai dipasarkan. Hal ini sesuai dengan permintaan nasabah akan produk pinjaman yang cukup besar. “Kredit piloting di akhir tahun kalau izin dan regulasi atau surat edaran dari OJK sudah keluar. Pico loan (di bawah segmen kredit mikro) maksimal Rp1 juta tenor sebulan, jadi lebih pinjaman untuk keperluan mendadak,” jelasnya kepada infobanknews.com.
Agen BTPN Wow!, Husnul Asikin menambahkan, bahwa banyak nasabahnya yang menanyakan produk pinjaman atau kredit. “Masyarakat kan tahunya bank itu simpan pinjam,” ucap pria yang turut menjadi agen dalam pilot project BTPN Wow! pada tahun 2013.
Sampai dengan saat ini, Asikin telah mampu menjaring sekitar 300 nasabah yang mayoritas adalah petani teh di kawasan perkebunan teh PTPN VIII di wilayah Cisarua, Bogor. Ia tidak menampik, bahwa ada juga nasabahnya yang berdomisili di Bandung dan Jakarta. Hal ini, klaimnya, dimungkinkan karena jaringan agen Laku Pandai yang cukup banyak dan transaksi yang bisa dilakukan secara real time online.
Baca juga : BTPN Siap Bersaing Turunkan Suku Bunga Kredit)
Sementara Susanti, nasabah BTPN Wow! menyatakan, bahwa keberadaan agen perbankan ini sangat disyukurinya. “(Kantor) Bank jauh. Kalau agen kan dekat. Bank lain antre, ongkos dan jauhnya juga itu,” ucap Ibu tiga anak ini. (*)
Page: 1 2
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More