Merger, BTPN Masuk Jajaran 10 Bank Terbesar
Jakarta – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) selama kuartal I-2018 telah mengalokasikan investasi baru untuk Jenius dan BTPN Wow! sebesar Rp150 miliar.
“Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan di struktur biaya tidak mengurangi komitmen kami dalam mewujudkan BTPN sebagai bank nasional yang paling siap untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam era ekonomi digital,” kata Jerry Jerry Ng, Direkur Utama BTPN dalam keterangan tertulisnya pda 23 April 2018.
Dengan program transformasi digital dan pemberdayaan nasabah ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dari total pendanaan (funding) meningkat 3% (yoy) dari Rp74,3 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp76,3 triliun pada akhir kuartal I-2018. Sementara itu, aset perseroan tercatat naik 3% (yoy) dari Rp92,9 triliun.
Baca juga: Kuartal I 2018, Laba BTPN Tumbuh 12%
Adapun terjadi penurunan biaya cost to income ratio perusahaan, yakni biaya operasional pada kuartal I-2018 dicatatkan turun 12% (year on year/Yoy) menjadi Rp1,2 triliun. Sementara itu, komponen CIR sebesar 54%, lebih rendah dari kuartal I-2017 sebesar 62%.
Penurunan tersebut berdampak positif terhadap pada laba bersih BTPN (net profit after tax) yang tumbuh 12% dari Rp478 miliar pada kuartal I-2017 menjadi Rp535 miliar pada kuartal I-2018
Sebagai informasi, hingga akhir Maret 2018, jumlah agen BTPN Wow! mencapai lebih dari 210.000 agen dan melayani lima juta Nasabah. Sedangkan pengguna aktif Jenius mencapai 560.000 orang pada periode yang sama.(*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More