News Update

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting

  • optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan kapasitas penyaluran dari 200–250 ribu unit menjadi 300–400 ribu unit per tahun
  • Ekspansi kapasitas didorong melalui perluasan distribusi, termasuk penjajakan kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero), serta penguatan kanal digital lewat kolaborasi dengan platform properti
  • Kinerja KPR 2025 solid, dengan KPR Subsidi tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun dan KPR Non-Subsidi naik 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun.

Bandung – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, meski di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengatakan, kapasitas penyaluran KPR BTN berada di kisaran 200.000- 250.000 unit per tahun. Namun, ke depannya, bank pelat merah ini menargetkan peningkatan kapasitas secara signifikan.

“Kita lagi coba mau enhance (meningkatkan) kapasitas kita di 300 ribu-400 ribu per tahun,” ujar Nixon dalam dalam acara bertajuk Intimate Sessopn with Media Partners, di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas tersebut akan ditempuh melalui perluasan jaringan distribusi serta penguatan kanal penjualan. Salah satunya, menjajaki kerja sama dengan jaringan kantor Pos Indonesia untuk memperluas akses layanan KPR.

Baca juga: KPR BTN Tumbuh Double Digit, KPP dan BSN jadi Penopang Ekspansi 2025

“Nanti layanan KPR BTN bisa di Pos Indonesia. Saya besok sore akan ketemu dengan manajemen Pos. Salah satu bicaraan itu,” akunya.

Lanjutnya, BTN juga turut memperkuat kanal digital dengan menggandeng platform properti online guna mempercepat proses pemasaran dan penyaluran KPR. 

Diketahui, saat ini perseroan menjajaki kolaborasi dengan marketplace properti seperti Rumah123.

Langkah ini sejalan dengan ambisi BTN untuk menjadi salah satu platform perdagangan properti terbesar di Indonesia, dengan mengintegrasikan layanan pembiayaan dan pemasaran dalam satu ekosistem.

“Kita kerja sama rumah dengan rumah123. Karena kita pengen ke depannya BTN juga menjadi tempat perdagangan perumahan terbesar dan harus merangkul property online ini,” bebernya.

Baca juga: Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Ia optimis, dengan pelbagai strategi tersebut, BTN bisa meningkatkan kapasitas penyaluran KPR dalam lima tahun ke depan secara signifikan, seiring dengan tingginya kebutuhan hunian di dalam negeri.

Berdasarkan data perseroan, kinerja kredit perumahan KPR BTN sepanjang 2025 tumbuh solid. Ini terlihat dari penyaluran KPR Subsidi tumbuh 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp191,2 triliun, naik dari Rp173,8 triliun pada tahun sebelumnya. 

Sementara itu, KPR Non-Subsidi melonjak 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp106,0 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

11 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

59 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

1 hour ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

2 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

5 hours ago