News Update

BTN Syariah Roadshow KPR Hits di Sejumlah Kota Besar

Surabaya – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui anak usahanya, BTN Syariah menggelar roadshow penawaran Pembiayaan Properti BTN iB  Kredit Pemilikan Rumah (KPR Hits) ke sejumlah kota di Indonesia diantaranya Surabaya, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Pembiayaan Properti BTN iB dengan callname KPR Hits merupakan jenis KPR non subsidi memiliki keistimewaan dibandingkan produk pembiayaan perumahan milik BTN Syariah sebelumnya, yaitu menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah. Akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) merupakan fitur baru produk KPR dari BTN Syariah yang selama ini menggunakan akad Murabahah (jual beli) dan Istishna’ (jual beli pesanan).

“Kami perlu mengenalkan lebih dekat mengenai keistimewaan KPR Hits ke berbagai kota yang potensial tertarik dengan produk ini, yaitu kota besar dengan jumlah penduduk milenial yang tinggi namun cerdas dalam merencanakan keuangannya demi masa depan termasuk memiliki rumah sendiri,” ujar Direktur Bank BTN, Budi Satria dalam keterangannya di Surabaya, Minggu, 17 Maret 2019.

Budi menilai potensi KPR Hits di Jawa Timur sangat besar karena jumlah penduduknya besar. Berdasarkan perhitungan Bank BTN,
potensi KPR Hits tahun 2019 di Jawa Timur sekitar 288 nasabah dengan jumlah penyaluran KPR  sekitar lebih dari Rp143 miliar. “Backlog atau selisih pasokan dan kebutuhan perumahan di Jawa Timur mencapai 894.359, artinya kebutuhan masyarakat akan rumah belum seluruhnya terfasilitasi. Maka dengan KPR Hits kami  bisa menarik generasi milenial memiliki rumah idamannya sehingga jumlah backlog dapat berkurang,” kata Budi Satria.

Salah satu daya tariknya adalah jenis akadnya. akad Musyarakah Mutanaqisah merupakan gabungan atau  hybrid dari dua akad yaitu akad Musyarakah dan Ba’i yang artinya pembelian rumah atau apartemen yang menjadi agunan KPR merupakan aset bersama antara Bank dengan Nasabah dengan porsi kepemilikan yang telah disepakati pada saat awal akad. Porsi kepemilikan Nasabah akan bertambah seiring pembayaran angsuran sehingga pada saat pembiayaan lunas, porsi kepemilikan rumah atau apartemen akan beralih sepenuhnya ke Nasabah.

Selain akad yang digunakan, BTN Syariah juga menawarkan sejumlah keringanan yang lain bagi nasabah KPR Hits, diantaranya uang muka ringan mulai 1 persen, angsuran yang terjangkau dengan dua pilihan skema. Pertama, dengan ujroh atau uang sewa (fee)  sebesar 7,75 persenfixed selama 3 tahun pertama. Kedua, dengan ujroh sebesar 8,25 persen fixed selama 5 tahun pertama selanjutnya berjenjang selama jangka waktu KPR sampai dengan 30 tahun. KPR Hits juga memberikan peluang pelunasan KPR tanpa biaya pinalti.

Adapun syarat-syarat mengajukan KPR Hits cukup mudah. Diantaranya nasabah berusia minimal 21 tahun, memiliki pekerjaan tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun dan yang penting agunan yang digunakan adalah rumah atau apartemen atau ruko ready stock atau sudah tersedia, bukan yang belum dibangun atau berbentuk kavling tanah. Unit ready stock yang dimaksud berbentuk properti baru maupun seken, dengan syarat  memiliki dokumen legalitas properti yaitu SHM/SHGB dan IMB serta berada di lokasi yang marketable. Selain pembelian properti baru, KPR Hits juga dapat digunakan untuk take over dan top up (refinancing).

Budi menambahkan KPR Hits tidak hanya terbatas bagi nasabah muslim namun terbuka juga bagi nasabah non muslim yang membutuhkan pembiayaan rumah yang terjangkau sesuai kemampuan mereka.

Tahun 2019, BTN Syariah mengejar target untuk meningkatkan kontribusinya ke induk usaha. Sejak berdiri 14 tahun yang lalu, BTN Syariah telah merealisasikan pembiayaan sekitar Rp26 triliun dan telah membukukan aset senilai Rp28,5 triliun. Jawa Timur, sebagai salah satu kontributor utama dalam kinerja BTN syariah membukukan kinerja yang cukup baik. Kinerja wilayah Jawa Timur pada tahun 2018 untuk aset sekitar Rp2,5 Triliun, meningkat kurang lebih 18 persen dan memberikan kontribusi sekitar 7,31 persen dari aset UUS BTN nasional.

Hal tersebut ditopang dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan menjadi sebesar Rp2,5 triliun, meningkat sebesar 19,04 persen dan memberikan kontribusi sebesar 11,39 persen dari penyaluran pembiayaan UUS BTN nasional. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Beli Raket Mahal atau Bayar Biaya Cedera?

Poin Penting Tren olahraga padel meningkat, tetapi risiko cedera lutut dan pergelangan kaki juga naik,… Read More

27 mins ago

Robayanti: Burung Kenari di Tambang Kredit

Oleh Grace Dewi, Chief Economist PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) SELAIN sebagai salah satu… Read More

36 mins ago

Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen, Begini Respons Bos Himbara

Poin Penting Prabowo Subianto menargetkan RoA 7 persen untuk Danantara; Himbara menilai penjelasan lebih tepat… Read More

1 hour ago

Menata Ulang Kredit UMKM di Era Data dan Kepercayaan

Oleh Bagas Setiaji, Pegawai Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas… Read More

1 hour ago

Cek Harga Emas Hari Ini (16/2): Galeri24 dan UBS Kompak Stagnan, Antam Turun

Poin Penting Jelang Imlek 2026, harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian terpantau stabil pada… Read More

2 hours ago

Bank BPD Bali Targetkan Kredit Program Pemerintah Rp2,05 Triliun pada 2026

Poin Penting Bank BPD Bali menargetkan penyaluran kredit program pemerintah Rp2,052 triliun pada 2026, naik… Read More

13 hours ago