Perbankan

BTN Syariah Kejar Spin Off, Bersiap Merger Dengan BSI?

Tangerang – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan akan melakukan spin off atau pemisahan BTN Syariah yang saat ini masih menjadi unit usaha syariah (UUS). Spin off akan dilakukan BTN setelah terpenuhi syarat dari POJK Nomor 10 Tahun 2023 tentang pemisahan UUS yang telah terbit.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, setelah pemisahan UUS BTN menjadi Bank Umum Syariah (BUS) nantinya BTN Syariah akan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin memiliki Bank Syariah dengan aset besar dan mampu bersaing secara global.

“Memang spin off dulu ya baru nanti ujungnya kerja sama dengan BSI. Maka kita sepakati dengan BUMN polanya adalah spin off dulu,” ujar Nixon di Tangerang Kabupaten, 8 Agustus 2023.

Baca juga: Aset Tembus Rp50 Triliun, BTN Syariah Bakal Spin Off Akhir 2023 Ini?

Lebih lanjut Nixon berharap pada akhir tahun 2023 ini, aset BTN Syariah akan mencapai Rp50 triliun, sehingga sudah memenuhi kriteria untuk memisahkan diri dari induknya dan menjadi Bank Umum Syariah. Sehingga tetap harus menunggu total aset BTN Syariah sesuai dengan syarat dari POJK Nomor 10 Tahun 2023

Nixon mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses negosiasi kesepakatan transaksi jual beli atau akuisisi dengan perbankan syariah. Sebab, kata dia, jika pengalihan aset langsung dilakukan dengan BSI maka risikonya sangat besar, sehingga dibutuhkan proses lebih jauh.

“Karena gak mungkin pengalihan aset kita lakukan hari ini. ada risiko yang cukup besar kalau polanya pengalihan aset. Jadi spin off dulu nanti ekuitinya dikerjasamakan dengan BSI,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kesepakatan transaksi jual beli (akuisisi) tersebut ditargetkan rampung akhir tahun ini. Sebelumnya BTN juga memastikan proses spin off UUS BTN akan selesai di akhir tahun ini. “Kita lagi proses, kita harap ada kesepakatan jual beli nya dengan salah satu bank yang kita deketin sebelum akhir tahun juga. Ini lagi nego harga dengan mereka. Kita gak bisa sebut. 

Baca juga: Nasabah Tajir Terus Meningkat, Dana Kelolaan BTN Prioritas Tembus Rp42,3 Triliun

“Bukan BSI. Kan kita spin off dulu dengan PT Bank, karena kita gak mungkin ngejar dengan PT baru, jadi kita akuisisi salah satu bank dan itu syariah. Kemudian kalau sudah jadi kemudian BSI masuk sebagai salah satu pemegang saham. Kita gak boleh sebut banknya,” tambah Nixon. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

18 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

1 hour ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago