Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon Napitupulu dalam media gathering di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 11 April 2026. (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Bandung – Persoalan backlog perumahan di Indonesia dinilai masih menghadapi sejumlah kendala mendasar, terutama terkait akurasi data.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon Napitupulu, mengatakan data backlog yang selama ini digunakan masih bersifat statistik dan belum mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Cuma problem-nya sampai hari ini sama. Enggak ada siapa sebenarnya yang backlog itu, terus mereka sekarang ada di mana. Itu enggak ada, by name by address,” ujar Nixon, dalam media gathering di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 11 April 2026.
Baca juga: BTN Siapkan Bundling KPR, Bantu Nasabah Penuhi Kebutuhan Hunian hingga Gaya Hidup
Menurut Nixon, kondisi tersebut menyulitkan upaya penyelesaian backlog secara terarah. Pasalnya, pemerintah dan pelaku industri belum memiliki basis data yang jelas untuk menentukan prioritas penyaluran program perumahan.
Ia mencontohkan sistem antrean haji yang dinilai lebih terukur karena memiliki data lengkap, termasuk identitas dan antrean calon jemaah. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memperkirakan waktu penyelesaian antrean secara lebih akurat.
“Nah, di perumahan enggak ada. Itu yang kita juga sering sampaikan ke pemerintah,” jelasnya.
BTN, lanjut Nixon, mendorong pemerintah, termasuk pengelola dana perumahan serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), untuk mengembangkan ekosistem database terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, masyarakat yang membutuhkan rumah dapat mendaftar lebih awal sehingga tercipta antrean yang transparan dan terukur.
Baca juga: BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage
Di sisi lain, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi backlog, antara lain meningkatkan kuota program perumahan hingga lebih dari 200 ribu unit. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga ditingkatkan dengan target lebih dari 400 ribu unit tahun ini.
Pemerintah juga meluncurkan berbagai skema pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian.
Baca juga: Backlog Perumahan Masih Tinggi, Menko AHY Dorong Kolaborasi Pelaku Properti
Meski demikian, Nixon menilai penyelesaian backlog tidak hanya bergantung pada peningkatan pasokan. Kejelasan data menjadi faktor kunci agar program berjalan tepat sasaran.
“Tapi again ya, there is two things. Dari sisi pemerintahnya sudah nambah, tapi dari sisi backlog-nya kita memang juga harus tahu berapa sebenarnya real numbers of backlog,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More
Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More
Poin Penting Wamenkop mendorong kolaborasi antar koperasi sebagai ekosistem untuk memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional… Read More
Poin Penting Sequis Life menghadirkan pusat layanan terpadu Sequis Center Medan yang menggabungkan layanan nasabah… Read More
Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More