Ilustrasi: Uang beredar Januari 2026. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dana tunai tersebut disiapkan untuk periode 13 hingga 25 Maret 2026, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, penyediaan uang tunai ini bertujuan memastikan kecukupan likuiditas bagi nasabah dan masyarakat yang melakukan berbagai transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal,” ujar Ramon di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Baca juga: Laba BTN Melonjak 281,9 Persen per Februari 2026, Segini Nilainya
Ramon menjelaskan, dari total dana tunai yang disiapkan, sekitar Rp14,55 triliun atau 63 persen dialokasikan untuk kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, sekitar Rp8,63 triliun atau 37 persen digunakan untuk pengisian mesin ATM dan CRM BTN di berbagai daerah.
Selain itu, BTN juga meningkatkan ketersediaan likuiditas di kantor cabang lebih besar dibandingkan kondisi normal untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai selama periode Lebaran.
Baca juga: BTN Gandeng KAI Wisata Perkuat Ekosistem Layanan Perbankan di Sektor Transportasi
Menurut Ramon, peningkatan penyediaan dana tunai ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas konsumsi yang biasanya terjadi selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Di sisi lain, BTN juga terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan transaksi digital melalui super app bale by BTN agar transaksi keuangan dapat dilakukan secara lebih mudah dan efisien.
“BTN memastikan seluruh infrastruktur layanan perbankan, baik jaringan kantor cabang, ATM, maupun kanal digital tetap beroperasi optimal guna mendukung kenyamanan transaksi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Indonesia Anti-Scam Centre mencatat 432.637 aduan penipuan online dengan kerugian Rp9,1 triliun, sementara… Read More
Poin Penting Outlook bank jumbo termasuk Himbara jadi negatif akibat faktor eksternal dan perubahan outlook… Read More
Poin Penting OJK menilai konflik Timur Tengah berpotensi menekan ekonomi Indonesia melalui kenaikan harga energi,… Read More
Poin Penting Hingga 12 Maret 2026, 7,7 juta SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan ke… Read More
Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More
Poin Penting IHSG sesi I (13/3) ditutup turun 1,81 persen ke level 7.228,94 dari posisi… Read More