News Update

BTN Siapkan Bundling KPR, Bantu Nasabah Penuhi Kebutuhan Hunian hingga Gaya Hidup

Poin Penting

  • BTN menyiapkan produk pembiayaan bundling yang menggabungkan KPR dengan kredit konsumtif (furnitur, elektronik, hingga ke depan kendaraan listrik) dalam satu paket
  • Skema ini ditujukan untuk menekan ketergantungan nasabah pada pinjaman online berbunga tinggi dengan menyediakan pembiayaan tambahan sejak awal akad KPR
  • Proses dibuat lebih efisien dalam satu akad, tetap memperhatikan kemampuan bayar, sekaligus mendorong layanan “one stop shopping” dengan bunga lebih kompetitif.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah menyiapkan inovasi produk pembiayaan berbasis bundling yang menggabungkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan kredit konsumtif lainnya dalam satu paket.

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengatakan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya ketergantungan nasabah pada pinjaman online (pinjol) setelah membeli rumah.

“Kita akan menghindari customer kita juga kena pinjaman-pinjaman lintah darat. Begitu kasih KPR, saat yang sama kita beri kredit ringan untuk kebutuhan isi rumah,” ujar Nixon.

Baca juga: BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Melalui skema ini, BTN tidak hanya membiayai pembelian rumah, tetapi juga kebutuhan turunan seperti perabotan rumah tangga hingga perangkat elektronik.

Ke depan, perseroan juga berencana mengembangkan bundling dengan pembiayaan kendaraan bermotor listrik.

Menurut Nixon, kebutuhan tambahan tersebut kerap mendorong nasabah mencari pembiayaan lain di luar perbankan, termasuk pinjaman online dengan bunga tinggi.

Menurutnya, BTN merancang skema ini dalam satu proses dan satu akad, sehingga nasabah dapat memperoleh beberapa fasilitas pembiayaan sekaligus. Dengan model ini, biaya proses dinilai lebih efisien dibandingkan pengajuan kredit secara terpisah.

Selain itu, BTN memastikan pemberian kredit tetap mempertimbangkan kemampuan bayar nasabah. Nixon menilai ruang cicilan masih tersedia, terutama bagi debitur KPR subsidi dengan penghasilan sekitar Rp12 juta hingga Rp14 juta per bulan.

Baca juga: Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

“Kalau angsuran KPR sekitar Rp1,3 juta, equirement capacity ini masih cukup. Ini yang akan kita optimalkan dengan bundling,” ujarnya.

Melalui strategi tersebut, BTN menargetkan dapat menghadirkan layanan pembiayaan terintegrasi atau one stop shopping bagi kebutuhan keluarga, sekaligus menjaga kualitas kredit dengan menawarkan bunga yang lebih kompetitif dibandingkan pinjol. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

1 hour ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

1 hour ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

1 hour ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

1 hour ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

2 hours ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

2 hours ago