Categories: Perbankan

BTN Siap Tembus Ancaman Gejolak Ekonomi 2016

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengaku, di 2016 mendatang masih ada potensi ancaman gejolak ekonomi. Kendati begitu, perseroan siap menembus ancaman tersebut, sejalan dengan BTN yang mampu melewati dinamika ekonomi global dan nasional di 2015 yang tengah melambat.

“Setelah berhasil melewati angin kencang dan awan colomonimbus di 2015 karena gejolak ekonomi global dan dalam negeri, di 2016 Bank BTN sudah siap lepas landas,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono di Jakarta, Selasa, 29 Desember 2015.

Menurutnya, kata dia, dari sisi kinerja saham perseroan (BBTN) di sepanjang Januari-Desember 2015 mengalami kenaikan hingga 8,7% di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasalnya, BTN menjadi salah satu bank yang mengalami kenaikan saham paling tinggi.

“Dari kenaikan saham ini, BTN berada di peringkat ke tujuh dari perusahaan-perusahaan dengan kenaikan tertinggi. Kami satu-satunya bank yang naik paling tinggi,” tukas Maryono.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, kenaikan harga saham BBTN ini, sejalan dengan kinerja positif pada neraca keuangan perseroan. Hal ini tercermin dari kenaikan laba bersih Bank BTN di Kuartal III-2015 yang mencapai 61,8% menjadi Rp1,22 triliun dan pertumbuhan kredit mencapai 19,04%.

“Apakah pada 2016 ada awan yang lebih tebal dibanding 2015? Kami berharap bisa menembus lagi awan tebal dan angin kencang di 2016, jika ekonomi kembali bergejolak dan melemah di tahun depan,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika dampak buruk perekonomian global kembali menghantam ekonomi domestik, tingkat likuiditas perseroan diyakini mampu menopang kondisi terburuk di 2016. “Kami akan tetap pertahankan loan to deposit ratio (LDR) di kisaran saat ini (105,71 persen),” katanya.

Selain itu, dalam upaya memuluskan fase tinggal landas di 2016, BTN tetap fokus pada lima aspek penguatan pendanaan yakni pengembangan produk tabungan, pengembangan kapasitas teknologi informasi, supply rumah melalui kredit konstruksi, sumber daya manusia dan menyederhanakan proses bisnis.

“Kenapa kinerja kami lebih baik dan lebih maju dari yang lain? Karena, kami telah melakukan transformasi sejak pertengahan 2013. Dan, kami tetap konsisten untuk membiayai kredit perumahan,” tambahnya.

Dia menyatakan, bahwa pada 2016 mendatang, pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan asing. “Selain kita sudah menghadapi MEA, kami juga satu-satunya BUMN dengan GCG terbaik di Asean,” tutup Maryono. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 mins ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

14 mins ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

40 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago