Categories: Nasional

BTN Siap Kelola Dana Tapera

Jakarta – Pemerintah bersama DPR terus mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU), Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk segera disahkan menjadi UU. Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Guna mendukung RUU Tapera ini, diharapkan pemerintah dapat melibatkan perbankan nasional yang fokus dalam pembiayaan perumahan. Salah satunya adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank BUMN yang berpengalaman panjang dalam pembiayaan rumah.

BTN pun menyambut positif rencana kebijakan pemerintah tersebut. Pihaknya mengaku siap mengelola dana Tapera ini. Dengan tabungan perumahan ini, maka masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat dengan mudah mendapatkan pembiayaan rumah.

“Kami sambut antusias, dan kami siap. jadi orang akan gampang mendapat KPR jadi lebih mudah dan bunganya murah, itu harapannya. Konsep-konsepa ini sudah bagus dan mengarah kesana,” ujar Direktur Komersial Banking BTN, Oni Febriarto,  di Jakarta, Selasa, 2 Februari 2016.

Dia berharap, agar dana-dana murah yang bersumber dari para pekerja baik pekerja swasta, maupun wiraswasta dapat menaruh dananya pada program Tapera ini. Dengan begitu, masyarakat atau pekerja yang ingin memiliki rumah dapat dengan mudah mendapatkan pembiayaan dari BTN.

“Hanya bank yang punya komitmen untuk mendukung ini. Jangan sampe dana-dana yang dihimpun di masyarakat digunakan diluar pembiayaan perumahan. Dengan komposisi yang sangat besar nantinya akan lebih rendah bunganya,” tukas Oni.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RUU Tapera Mukhamad Misbakhun mengaku, RUU Tapera telah memasuki tahap akhir dan akan selesai menjadi UU dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, jika RUU tersebut disahkan menjadi UU, diharapkan dalam kedepannya akan menjadi solusi bagi kebutuhan perumahan layak huni yang jumlahnya mencapai 15 juta unit. UU Tapera ini juga untuk mengantisipasi jumlah kebutuhan rumah yang diperkirakan terus meningkat. Oleh sebab itu, DPR melalui Pansus RUU Tapera terus menggenjot pembahasan RUU tersebut yang ditargetkan dapat selesai pada bulan ini. Dia mengungkapkan, bahwa saat ini pembahasan RUU Tapera tersebut telah mencapai 85%. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

9 mins ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

1 hour ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

6 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

6 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

6 hours ago