Direktur Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L. P. Napitupulu (kiri), Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo dan Direktur Eksekutif Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan (kanan) ketika menjadi nara sumber dalam acara Media Gathering Bank BTN di Yogyakarta, Jumat (4/10). Bank BTN bersiyap segera merealisasi aksi korporasi spin-off Unit Usah Syariah (UUS) perseroan. Langkah spin-off tersebut dilakukan sebagai pengembangan sekaligus penguatan bisnis BTN Syariah ke depannya sesuai dengan arahan OJK. Adapun, sesuai dengan tahapan yang sudah disiapkan perseroan, aksi pemisahan tersebut diperkirakan akan rampung pada Desember 2020 dengan kebutuhan dana sekitar Rp4,5 triliun. (*)
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More