News Update

BTN Sebar Dividen Rp20,92 Miliar

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam rapat tersebut, perseroan memutuskan untuk membagi dividen sebesar 10% dari total laba bersih tahun 2019 yang sebesar Rp209 miliar.

“Laba bersih tahun 2019 Rp209 miliar, yang dialokasikan untuk dividen sebesar 10% dari laba bersih atau senilai Rp20,92 miliar,” ujar Direktur Utama BTN Pahal N Mansury di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.

Dengan demikian, dividen per lembar saham sebesar Rp1,98 sementara laba per saham sebesar Rp19,76. Sementara dari jumlah laba yang dialokasikan untuk dividen, yang akan disetor ke pemegang saham mayoritas atau Pemerintah adalah sebesar Rp12,55 miliar.

“Sementara 90% dari sisa laba bersih akan digunakan sebagai saldo laba ditahan,” ucapnya.

Menapaki tahun 2020, Perseroan menetapkan beberapa target kinerja. BTN optimis tahun ini dapat mencapai target hingga Rp3 triliun. Peningkatan laba ini, kata dia, akan ditopang oleh penyaluran kredit perseroan yang dipatok dapat tumbuh kisaran 8-10% di akhir 2020.

Kredit pembiayaan tetap tumbuh dengan penopang utama kredit pemilikan rumah atau KPR. Menurutnya, permintaan rumah masih tinggi, dan hal ini didukung pemerintah yang akan menambah subsidi ke sektor perumahan dalam bentuk Subsidi Selisih Bunga (SSB).

“Bank BTN juga akan mengoptimalkan KPR Non subsidi khususnya segmen milenial dan urban dan mengembangkan personal loan dengan penjualan produk secara bundling antara kredit dan tabungan seperti contohnya BTN Solusi yang baru kami rilis,” jelas Pahala.

Di sisi lain, Pahala menyambut baik inisiatif Pemerintah dalam memberikan stimulus khususnya pada sektor perumahan di tengah perlambatan ekonomi nasional yang terdampak virus Covid-19 di Indonesia.

“Ini merupakan dukungan positif Pemerintah terhadap sektor perumahan yang berdampak  pada 172 industri terkait pembangunan perumahan, semoga ini menjadi angin segar bagi industri pembiayaan perumahan sekaligus mendorong semangat para pelaku industri properti untuk membangun rumah dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

18 mins ago

Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace

Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More

32 mins ago

Debt Collector dan Bahaya Jual Beli STNK Only: Menteri Kominfo Didorong Larang Iklan Kendaraan Ilegal di Media Sosial

Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More

48 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.141, Mayoritas Sektor Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More

2 hours ago

Bank KBMI 3 di Antara Goliath dan David, Jalan Tengah yang Paling Diuji

Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More

3 hours ago

Fundamental Solid, Permata Bank Siap Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More

3 hours ago