Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan kredit di semester I 2017 sebesar Rp177,4 triliun atau tumbuh mencapai 18,81 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp149,31 triliun.
“Pertumbuhan kredit BTN mencapai dua kali kenaikan penyaluran kredit rata-rata industri perbankan nasional. Data OJK mencatat kredit perbankan nasional hanya naik sebesar 8,77 persen per Mei 2017,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.
Menurutnya, pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN masih ditopang oleh peningkatan kredit perumahan. Jenis kredit yang menempati 90,04 persen dari total pinjaman perseroan tersebut naik 17,68 persen dari Rp135,74 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp159,73 triliun di bulan yang sama tahun ini.
Selain itu, kata dia, kenaikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi juga menjadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan kredit perumahan Bank BTN. Per Juni 2017, KPR Subsidi Bank BTN naik 28,34 persen dari Rp49,86 triliun menjadi Rp63,99 triliun.
Kenaikan juga terpantau pada KPR Non-subsidi yang tumbuh 11,09 persen dari Rp57,15 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp63,49 triliun di periode yang sama tahun ini. Secara total, KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) BTN tumbuh di level 19,13 persen yoy per akhir Juni 2017.
Posisi pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan KPR dan KPA perbankan nasional yang naik 7,69 persen per Mei 2017 (data OJK). Dengan kinerja penyaluran tersebut, Bank BTN kini masih memimpin pangsa pasar KPR yakni sebesar 35,4 persen per 31 Maret 2017 dan pangsa pasar KPR FLPP sebesar 95,77 persen per Juni 2017.
Bank BTN juga mencatatkan peningkatan penyaluran kredit konstruksi sebesar 18,2 persen dari Rp19,95 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp23,58 triliun di bulan yang sama tahun ini. Untuk kredit non perumahan juga tumbuh 30,15 persen dari Rp13,57 triliun pada Juni tahun lalu menjadi Rp17,66 triliun di periode yang sama tahun ini. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More