BTN Property Expo; Tambahan kredit baru. (Foto: Budi Urtadi)
Dalam menambah penyaluran kreditnya, BTN menggelar BTN Property Expo yang mampu memberikan tambahan Rp1,6 triliun. Paulus Yoga
Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mengumpulkan new booked loan atau permintaan kredit baru sebesar Rp1,6 triliun dalam event BTN Property Expo 2015.
“Angka ini sudah melebih dari yang kami targetkan sebesar Rp1,5 Triliun,” ujar Direktur Kredit BTN Mansyur Nasution di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2015.
Selama pameran berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 23 Agustus 2015, ia menjelaskan kalau transaksi pembelian rumah melalui fasilitas KPR hampir mencapai Rp.1,6 Triliun dengan jumlah rumah hampir mencapai 4.500 unit.
Mansyur menambahkan, realisasi KPR baru itu terdiri dari KPR konvensional sebanyak 3.671 unit rumah dengan nilai kredit lebih dari Rp1,4 Triliun. Sementara KPR syariah sebanyak 652 unit dengan nilai pembiayaan lebih dari Rp188 Miliar.
“Jumlah ini adalah riil transaksi selama pameran berlangsung. Kami yakin jumlah ini akan bertambah setelah masyarakat yang sudah datang dan tertarik untuk membeli akan melakukan pembelian tersebut di luar pameran. Ini akan kita prospek lebih lanjut dan pasti akan menambah jumlah KPR baru yang akan kami kucurkan dalam rangka promosi selama pameran tersebut,” tegasnya.
Seperti diketahui BTN Property Expo 2015 ini merupakan kelanjutan dari event yang sama yang telah dilakukan Bank BTN pada tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014. Respon masyarakat dan para pelaku industri perumahan terhadap event tersebut sangat besar.
“Animo masyarakat sangat besar sekali untuk event pameran seperti ini. Apalagi pada event seperti ini banyak fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan untuk transaksi selama pameran berlangsung,” tandas Mansyur. (*)
@bangbulus
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More