News Update

BTN Proyeksikan Pertumbuhan Rumah Subsidi di Atas 10 Persen, Bidik 210 Ribu Unit di 2026

Poin Penting

  • BTN memproyeksikan pertumbuhan rumah subsidi di atas 10% pada 2026, sejalan dengan target pemerintah untuk MBR.
  • Target pembiayaan mencapai 210 ribu unit rumah subsidi, terdiri dari 140 ribu skema konvensional dan 73 ribu syariah.
  • Skema KPP jadi andalan BTN untuk mendorong developer dan memperluas akses KPR subsidi, termasuk bagi pekerja informal.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan rumah subsidi pada 2026 menembus di atas 10 persen. Proyeksi ini sejalan dengan target pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Tahun ini kita expect pertumbuhan rumah subsidi tentunya di atas 10 persen, sesuai dengan target pemerintah,” ujar Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca juga: Bos BTN: KPP Jadi Solusi untuk Dukung Kepemilikan Rumah Sektor Informal

Setiyo memperkirakan total kuota rumah subsidi yang dibiayai BTN sepanjang 2026 mencapai sekitar 210 ribu unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 140 ribu unit berasal dari skema konvensional, sementara 73 ribu unit melalui pembiayaan syariah.

“210 ribu rumah baru (rumah subsidi) yang di-booking tahun ini,” ujarnya. 

Pembiayaan KPP

Untuk memastikan target tersebut tercapai, BTN menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Pengembang Perumahan (KPP). Skema ini ditujukan untuk mendorong pengembang, khususnya developer kecil dan startup developer di daerah, agar lebih siap dalam menyiapkan lahan dan proyek perumahan.

Hingga kini, BTN telah bekerja sama dengan lebih dari 10.000 mitra developer di seluruh Indonesia.

“Lebih dari 10 ribu mitra kita di seluruh Indonesia, kita siapin untuk mereka juga mulai mempersiapkan lahan, mempersiapkan projek supaya target 210 ribu jalan,” jelasnya.

Baca juga: BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini

Adapun dari sisi permintaan (demand), BTN melihat segmen pekerja informal sebagai potensi pasar baru bagi rumah subsidi.

Melalui KPP dan penyempurnaan mekanisme pembiayaan, BTN berupaya memperluas akses KPR subsidi bagi kelompok ini yang sebelumnya relatif sulit menjangkau pembiayaan perumahan.

“Dengan KPP untuk demand ini justru untuk para pekerja informal kita dorong untuk bisa mereka affordable juga mendapatkan KPR subsidi. Dan juga untuk mendukung usaha mereka juga,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

5 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

8 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

8 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

8 hours ago