Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) harus bersabar untuk akuisisi dua anak usaha PT Danareksa yakni, PT Danareksa Investment Management (DIM) dan PT Danareksa Finance.
Pasalnya untuk aksi korporasj tersebut BTN masih belum dapat lampu hijau dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain soal urgensi, persiapan pemerintah membentuk holding BUMN Keuangan juga jadi alasan.
“Terutama, kami lihat urgensinya. Ini sedang kami kaji,” tutur Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016.
Gatot juga mempertimbangkan skema holding BUMN keuangan. Dalam rancangannya, akan dilihat apakah beberapa perusahaan keuangan seperti sekuritas maupun manajer investasi akan berada di bawah bank atau berdiri sendiri. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More
Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More