Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) harus bersabar untuk akuisisi dua anak usaha PT Danareksa yakni, PT Danareksa Investment Management (DIM) dan PT Danareksa Finance.
Pasalnya untuk aksi korporasj tersebut BTN masih belum dapat lampu hijau dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain soal urgensi, persiapan pemerintah membentuk holding BUMN Keuangan juga jadi alasan.
“Terutama, kami lihat urgensinya. Ini sedang kami kaji,” tutur Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016.
Gatot juga mempertimbangkan skema holding BUMN keuangan. Dalam rancangannya, akan dilihat apakah beberapa perusahaan keuangan seperti sekuritas maupun manajer investasi akan berada di bawah bank atau berdiri sendiri. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada Selasa (3/2/2026), baik produk Galeri24, UBS,… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More