BTN Siapkan Strategi di Tahun Politik 2019
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan penyaluran kredit di tahun depan tumbuh sebesar 24 persen secara year on year (yoy). Target tersebut sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang sudah ditetapkan oleh perseroan di 2018.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan kredit tersebut perseroan telah menetapkan sejumlah strategi yakni BTN fokus pada penyaluran kredit perumahan dengan menyasar segmen mass dan perluasan pada segmen affluent serta emerging affluent.
“BTN mematok target pertumbuhan kredit moderat pada tahun 2018. Target jangka pendek dan menengah Bank BTN adalah memperkuat posisinyanya di bidang perumahan dengan mendukung realisasi Program Sejuta Rumah,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, pertumbuhan kredit yang dipatok kurang lebih 24 persen pada tahun 2018 tersebut jauh di atas rata-rata target industri perbankan yang dihimpun regulator yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hanya dikisaran 13 persen sampai dengan 14 persen di tahun depan.
“Program sejuta rumah masih menjadi pendorong utama kredit BTN, karena itu kami akan optimal mendukung pemerintah untuk program subsidi baik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT),” ucapnya.
Sementara untuk strategi pendanaan masih diintensifkan untuk mengejar dana murah. Adapun target pertumbuhan DPK Bank BTN pada tahun 2018 adalah sebesar 24 persen dengan porsi dana murah sebesar 48-49 persen dari total DPK. Angka tersebut juga di atas rata-rata target perbankan secara umum sebesar 14 persen.
“Persaingan perebutan DPK akan sangat ketat pada 2018, kami akan melakukan sejumlah strategi diantaranya meningkatkan CASA, meningkatkan DPK komersil berbasis construction value chain, dan pendanaan institusi berbasis KPR dan memperluas wholesale funding, penerbitan surat utang, (obligasi), pinjaman, Negotiable Certificate Deposit (NCD), ataupun pinjaman luar negeri,” kata Maryono. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More