Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali masuk dalam jajaran 50 perusahaan terbaik di Tanah Air versi Majalah Forbes Indonesia. Penilaian tersebut berdasarkan pada kinerja positif perseroan yang berkelanjutan dalam lima tahun berturut-turut.
Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, sejak memimpin Bank BTN, dirinya tidak hanya menargetkan perseroan untuk mampu mencatatkan kinerja positif saja, namun juga berkomitmen untuk terus mencatatkan kinerja positif bisnis yang berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas apresiasi ini. Penghargaan ini menjadi wujud nyata dari komitmen kami untuk menjalankan bisnis yang tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Maryono di Jakarta, Kamis malam, 19 Oktober 2017.
Menurutnya, dalam menjalankan perusahaan yang mampu tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan bukanlah hal yang mudah. Terlebih, ekonomi Indonesia sempat mengalami tantangan, termasuk di sektor properti dan perbankan. Oleh sebab itu, kunci utamanya adalah semangat, konsisten, inovasi, dan menjalankan bisnis dengan mengutamakan good corporate governance (GCG).
“Dengan adanya penghargaan ini akan terus memacu semangat kami untuk berinovasi dan menjalankan bisnis yang patuh pada asas GCG, sehingga kami dapat memberikan yang terbaik bagi para nasabah dan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Baca juga : BTN Masuk Jajaran 50 Perusahaan Indonesia Terbaik
Adapun, dalam ajang penghargaan yang telah memasuki tahun ketujuh tersebut, hanya terpilih 50 perusahaan terbaik dari 558 emiten di Indonesia. Perusahaan terbaik tersebut diniliai berdasarkan kinerja jangka panjang di sisi penjualan, laba, dan return on investment (ROI) yang berkelanjutan serta melebihi entitas perusahaan lainnya.
Bank BTN pun masuk dalam kategori Perusahaan Terbaik dengan aset di atas US$1 miliar dalam acara yang digelar Majalah Forbes Indonesia itu.
Sebelumnya, atas capaian positif di berbagai lini bisnis, Bank BTN juga berhasil meraih berbagai penghargaan lainnya.
Sementara itu, hingga Agustus 2017, emiten bersandi saham BBTN tersebut telah mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sekitar Rp181,24 triliun atau naik 20,08 persen secara tahunan dari Rp150,94 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya.
Selama lima tahun terakhir, kredit dan pembiayaan Bank BTN juga terus mencatatkan pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 19,22 persen sejak akhir tahun 2012 hingga periode yang sama pada 2016.
Kenaikan kredit dan pembiayaan tersebut juga turut menopang pertumbuhan aset Bank BTN selama lima tahun terakhir dengan capaian CAGR sebesar 17,66 persen terhitung mulai Desember 2012 hingga Desember 2016. (*)
Poin Penting KUPASI mendorong inisiasi asuransi wajib bencana sebagai solusi memperkuat ketahanan nasional di tengah… Read More
Poin Penting OJK menyebut protection gap asuransi bencana masih lebar akibat rendahnya kesadaran dan kepercayaan… Read More
Poin Penting IHSG sesi I turun 5,91 persen ke level 7.828,47 dari posisi pembukaan 8.320,55.… Read More
Poin Penting Indonesia berisiko bencana sangat tinggi, peringkat kedua dunia dengan lebih dari 3.000 kejadian… Read More
Poin Penting Outflow investor asing pada perdagangan 28 Januari 2026 mencapai Rp6,12 triliun, dengan tekanan… Read More
Poin Penting BRI menyalurkan KPR subsidi Rp16,16 triliun hingga akhir 2025 kepada lebih dari 118… Read More