Perbankan

BTN Makin Kuat Dukung Program 3 Juta Rumah

Poin Penting

  • BTN mendapat mandat besar menyalurkan 62,8 persen KPR subsidi nasional dari total 350.000 unit, dengan realisasi 94.684 unit pada semester I 2025
  • KPR subsidi menjadi pendorong utama pertumbuhan (naik 5 persen yoy), sementara KPR nonsubsidi tetap tumbuh 5,82 persen meski tertekan suku bunga tinggi
  • BTN fokus pada digitalisasi proses KPR (BTN Properti, Bale by BTN), peningkatan kerja sama dengan developer dan agen, serta pengembangan pembiayaan di rantai bisnis konstruksi.

Jakarta – Program 3 juta rumah yang tengah digencarkan pemerintah membuka peluang besar bagi industri pembiayaan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mengandalkan akses KPR subsidi.

Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank spesialis perumahan mendapat porsi penting dalam penyaluran KPR, sekaligus dituntut menjaga keseimbangan pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar properti.

Dengan target ambisius, inovasi digital, dan strategi memperluas value chain perumahan, BTN berada di posisi strategis untuk mengawal program nasional ini. Seperti apa langkah BTN ke depan untuk memastikan perannya tetap relevan dan berkelanjutan? Berikut ini penjelasan Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN, kepada Infobank, September lalu. Petikannya:

Pemerintah tengah menggalakkan program pembangunan 3 juta rumah. Sejauh mana program ini berdampak pada penyaluran pembiayaan properti oleh perbankan, khususnya bagi MBR? Dan, seperti apa peran BTN dalam program 3 juta rumah ini?

Baca juga: Siap-siap! Ada Pengumuman Penting dari BTN pada 18 November 2025

Salah satu dampak program 3 juta rumah adalah mendorong peningkatan permintaan KPR subsidi, khususnya melalui skema FLPP dan Tapera. Posisi KPR subsidi BTN tumbuh 5,00% yoy dengan total volume sebesar Rp145,0 triliun di Juni 2024 menjadi Rp152,3 triliun di Juni 2025. Sepanjang semester pertama 2025, BTN telah menyalurkan 94.684 unit KPR subsidi dari kuota 158.301 unit yang dialokasikan.

Majalah Infobank Edisi Oktober 2025

Peran BTN dalam mendukung program 3 juta rumah makin diperkuat dengan adanya penambahan kuota KPR dengan arahan Kementerian PKP dan Kementerian Keuangan tentang penambahan kuota KPR subsidi nasional menjadi 350.000 unit. Ini berarti, BTN telah diberi amanat untuk dapat menyalurkan 62,8 persen dari total kuota.

Bagaimana kinerja pembiayaan properti BTN terkini, terutama di tengah dinamika pasar dan kondisi ekonomi yang masih menantang?

Kinerja BTN masih relatif stabil, tapi penuh tantangan di tengah dinamika ekonomi dengan beberapa poin penting sebagai berikut. Satu, KPR subsidi tetap menjadi pendorong pertumbuhan BTN, seiring dengan fokus pemerintah pada perumahan rakyat, khususnya MBR. Dua, KPR nonsubsidi sedikit mengalami tekanan karena tren suku bunga tinggi di awal tahun.

Namun demikian, penyaluran KPR nonsubsidi masih tetap tumbuh solid sebesar 5,82 persen yoy. Tiga, inovasi digital seperti BTN Properti yang memiliki fitur seperti simulasi KPR dan aplikasi KPR secara online, yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun, diharapkan akan turut mempercepat proses aplikasi KPR dan menjangkau nasabah lebih luas.

Apa strategi yang ditempuh BTN untuk memacu pertumbuhan pembiayaan properti dan perumahan agar tetap sejalan dengan kebutuhan pasar sekaligus mendukung target pemerintah?

Sejumlah langkah strategis BTN antara lain kami berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran KPR FLPP dan Tapera. Digitalisasi proses KPR, didukung dengan adanya BTN Properti dan aplikasi pengajuan KPR yang makin mudah melalui Bale by BTN (mobile banking).

Baca juga: Bank Syariah Nasional Siap Beroperasi Penuh Sebelum 2026

Meningkatkan penjualan KPR nonsubsidi dengan menyasar top developers dan direct selling KPR kepada consumer (direct to customers) melalui kerja sama dengan agen properti nasional dan individu.

Lalu, BTN akan mengembangkan produk dan layanan keuangan yang menyasar perluasan value chain bisnis konstruksi, yaitu akuisisi lahan, bahan bangunan, pengembangan lahan C properti (kelas C), jasa konstruksi, dan pembiayaan pada pengembang. (Selain itu), peningkatan literasi keuangan, edukasi ke masyarakat mengenai manfaat KPR dan kemampuan bayar, serta menyasar cross-selling funding ke ekosistem perumahan secara endtoend dan akuisisi value chain, misalnya sektor semen, mulai dari tingkat wholesaler, distributor, retailer, dan developer. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

6 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

6 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

7 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

7 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

7 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

9 hours ago