BTN Imbau OJK Relaksasi ATMR KPR Menjadi 20%
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengusulkan kepada regulator khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat menurunkan rasio aset tertimbang menurut risiko (ATMR) Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Hal tersebut disampaikan Direktur Konsumer BTN Budi Satria guna merespon kebijakan OJK yang ingin merelaksasi rasio aset tertimbang menurut risiko (ATMR) KPR. Budi menyebut, ATMR KPR diharap dapat sesuai dengan KUR.
“Saya pikir bisa disamakan KUR 20 persen. Ini KPR kan rata-rata 35 persen, jadi sama dengan KUR insentif bank menyalurkan kredit. Karena kalau ini kan OJK, Saya dengar sedang dibicarakan,” kata Budi di Hotel Borobudur Jakarta, Senin 13 Agustus 2018.
Baca juga: BTN Siap Take Over KPR FLPP Dari Bank Lain
Budi sendiri sebagai sekertaris Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) mengaku telah memberikan usulan kepada regulator beberapa waktu lalu. Dirinya berharap kebijakan tersebut dapat terwujud.
“Saya sedang mempersiapkan aturan. Disamakan KUR 20 persen, sekarang kan sampai 35 persen jadi disamakan aja,” tukas Budi.
Sebagai informasi, OJK berencana memberikan insentif kepada pengembang perumahan berskala kecil untuk membeli lahan guna membangun rumah. Insentif berbentuk pelonggaran kredit. OJK sendiri berencana melalukan relaksasi dengan menurunkan besaran Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (AMTR). Saat ini, tercatat AMTR untuk kredit KPR sekitar 35 persen. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More