Ilustrasi: Gedung BTN. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hari ini Rabu, 7 Januari 2026 dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara BTN, Jakarta.
Sebelumnya, RUPSLB BTN dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB. Namun, perseroan menggeser waktu pelaksanaan menjadi pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BTN mengagendakan tiga mata cara penting yang bersifat strategis dalam RUPSLB hari ini.
Pertama, RUPSLB BTN akan meminta persetujuan pemegang saham terkait perubahan Anggaran Dasar. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas diterbitkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN).
Seiring berlakunya regulasi anyar tersebut, seluruh BUMN, termasuk BTN, diwajibkan melakukan penyesuaian Anggaran Dasar agar selaras dengan ketentuan hukum terbaru.
Baca juga: Dukung Pemulihan, BTN Salurkan Bantuan Rp13,17 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Agenda kedua RUPSLB adalah pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026. Berdasarkan ketentuan UU BUMN dan Undang-Undang Perseroan Terbatas, RKAP BUMN wajib mendapatkan persetujuan RUPS.
Namun, demi efektivitas pengambilan keputusan, Badan Pengelola (BP) BUMN selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna mengusulkan agar kewenangan persetujuan RKAP 2026 didelegasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mata acara ketiga adalah perubahan susunan pengurus perseroan. Usulan ini diajukan oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna sebagaimana tertuang dalam surat BP BUMN tertanggal 16 Desember 2025.
Sesuai regulasi, pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris BTN harus mendapat persetujuan RUPS yang dihadiri dan disetujui oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.
Sementara hingga November 2025, BTN mencatat laba bersih sebesar Rp2,91 triliun. Capaian ini naik 21,10 persen secara tahunan (year-on-year /yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,40 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan BTN, pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN sebesar Rp386,47 triliun hingga 30 November 2025, naik 8,74 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp355,42 triliun.
BTN juga membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) seiring dengan upaya perseroan meningkatkan pendanaan terutama dana murah (current account and saving account/CASA).
Baca juga: BTN Bidik Pertumbuhan Kredit 2026 hingga 11 Persen, Ini Pendorongnya
Hingga akhir November 2025, DPK BTN meningkat 15,77 persen yoy menjadi Rp423,96 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp366,22 triliun.
Pertumbuhan kredit dan pembiayaan serta DPK membuat aset BTN naik 12,16 persen yoy menjadi Rp503,99 triliun hingga akhir November 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp449,36 triliun. Total aset tersebut telah melampaui target aset Rp500 triliun yang ditetapkan pada awal tahun 2025.
Poin Penting: Pemerintah menyiapkan RUU Perumahan yang telah mendapat persetujuan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.… Read More
Poin Penting Belanja pemerintah pusat hingga Februari 2026 mencapai Rp346,1 triliun (11 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh 30,4 persen atau 10,4 persen… Read More
Poin Penting Pasar modal Indonesia dinilai memasuki fase reformasi untuk meningkatkan daya saing global melalui… Read More
Poin Penting APBN hingga Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB,… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.512 dapur MBG di wilayah II karena belum memenuhi standar… Read More