News Update

BTN Gandeng KAI Wisata Perkuat Ekosistem Layanan Perbankan di Sektor Transportasi

Poin Penting

  • BTN menggandeng KAI Wisata melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk memperluas ekosistem bisnis perbankan di sektor transportasi wisata.
  • Kolaborasi mencakup sinergi pemasaran dan integrasi layanan digital, seperti payment gateway, Bale Apps, EDC, QRIS, dan Virtual Account guna meningkatkan kemudahan transaksi serta volume bisnis.
  • Kerja sama juga menghadirkan fasilitas premium bagi nasabah BTN, termasuk akses Executive Lounge di stasiun serta peluang pengembangan aset dan lahan milik KAI di berbagai wilayah.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperluas ekspansi ekosistem bisnisnya dengan menggandeng PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata. 

Kolaborasi ini mencakup pengembangan layanan perbankan di sektor transportasi wisata, mulai dari sinergi pemasaran, integrasi layanan digital, hingga penyediaan fasilitas premium bagi nasabah.

Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Lounge Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (9/3).

Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, kolaborasi ini membuka berbagai peluang sinergi strategis, terutama dalam memperluas ekosistem layanan perbankan sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.

“Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman ini, kami melihat berbagai peluang kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan bersama,” ujar Rully, Selasa, 10 Maret 2026.

Baca juga: Sinergi Askrindo dan Bank BTN Dorong Kepastian Usaha Sektor Konstruksi dan Non-Konstruksi

Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengembangkan berbagai inisiatif bisnis bersama, seperti program promosi terpadu (joint promotion), integrasi payment gateway, serta penguatan program pemasaran yang melibatkan kedua institusi.

BTN juga membuka peluang pemanfaatan berbagai produk dan layanan perbankan dalam ekosistem layanan KAI Wisata. Integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan bernilai tambah bagi nasabah.

“Kolaborasi ini memungkinkan pemanfaatan berbagai produk dan layanan BTN di ekosistem Kereta Api Pariwisata, sehingga nasabah dapat menikmati perjalanan dengan lebih praktis dan bernilai tambah,” kata Rully.

Selain itu, ia bilang bahwa kerja sama juga mencakup kolaborasi digital melalui integrasi layanan transaksi, seperti aplikasi Bale Apps, mesin EDC, QRIS, hingga Virtual Account. Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi, baik secara offline maupun online.

Aspek lain yang menjadi fokus kerja sama adalah peningkatan layanan premium bagi nasabah BTN. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas executive lounge di sejumlah stasiun yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah prioritas.

Baca juga: Di Antara Cicilan dan Cita-cita: BTN dalam Ekosistem Hunian Generasi Muda

Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh nasabah BTN Prioritas dan BTN Private untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan saat menggunakan layanan KAI Wisata.

Menurut Rully, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat proposisi nilai bagi nasabah, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis lainnya di masa mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Wisata Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan BTN sebagai langkah untuk memperkuat pengembangan layanan berbasis pengalaman perjalanan.

Ia menjelaskan KAI Wisata memiliki peran dalam mengintegrasikan berbagai layanan perjalanan sekaligus mengelola aset serta properti milik induk perusahaan, KAI, termasuk berbagai stasiun dan bangunan bersejarah.

“KAI Wisata merupakan perusahaan yang menjahit layanan experience sekaligus mengelola aset maupun properti dari induk perusahaan PT KAI, termasuk stasiun dan bangunan heritage yang akan kami optimalkan,” ujarnya.

Ke depan, kedua pihak juga akan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan dan pemanfaatan lahan milik KAI yang tersebar di berbagai wilayah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan aset dan properti secara produktif. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Formalitas Fit and Proper Test Calon Komisioner OJK, Panggung Senayan yang Lucu

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ADA sebuah peristiwa kecil di Senayan… Read More

16 mins ago

AXA Financial Indonesia (AFI) Kenalkan Produk Asuransi Tambahan untuk Layanan Rawat Jalan

Poin Penting AXA Financial Indonesia meluncurkan AXA Gen Health, produk asuransi tambahan (rider) yang fokus… Read More

41 mins ago

Harga Emas Masih Bisa Melambung, Tapi Waspadai Risiko Ini

Poin Penting Harga emas masih berpotensi naik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, bahkan… Read More

1 hour ago

Survei BI: Penjualan Eceran Februari 2026 Diperkirakan Meningkat

Poin Penting Penjualan eceran Februari 2026 diprakirakan menguat, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 6,9… Read More

1 hour ago

Di Tengah Volatilitas Pasar, Bank Nobu Umumkan Buyback Saham Rp50 Miliar

Poin Penting PT Bank Nationalnobu Tbk atau Bank Nobu menyiapkan dana maksimal Rp50 miliar untuk… Read More

1 hour ago

OJK Ungkap Kronologi Pencabutan Izin Usaha BPR Koperindo Jaya

Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Koperindo Jaya pada 9 Maret 2026… Read More

1 hour ago