Bengkulu – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap memperluas ekspansi bisnis di Provinsi Bengkulu dengan meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN menjadi Kantor Cabang Syariah (KCS). Hal ini salah satunya didorong oleh laju perekonomian di Provinsi Bengkulu selama dua tahun terakhir mengalami pertumbuhan signifikan.
“Potensi bisnis Syariah di Provinsi Bengkulu sangat besar sekali. Bank BTN optimistis dengan meningkatkan status KCPS menjadi KCS akan membuat ekspansi usaha perseroan khususnya di sektor properti akan lebih luas lagi,” ujar Kepala Divisi Sharia Business Division Alex Sofjan Noor usai peresmian pembukaan KCS Bengkulu, di Kota Bengkulu, dikutip Jumat, 17 Desember 2021.
Alex mengungkapkan, peningkatan status Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) menjadi Kantor Cabang Syariah Bengkulu dengan harapan dapat maksimal melayani masyarakat Provinsi Bengkulu. KCS Bengkulu merupakan Kantor Cabang yang ke 27 adapun total outlet Bank BTN Syariah 67 outlet yang terdiri dari Kantor Cabang Syariah 27 Kantor Cabang Pembantu Syariah 60, Kantor Kas Syariah 7 dan Kantor Layanan Syariah 699.
Dengan pembukaan KCS Bengkulu, lanjut Alex, BTN Syariah menargetkan dapat memperoleh nasabah dengan layanan perbankan dan pembiayaan, menggarap sektor pendidikan Islam secara luas dan menjadi bagian dalam peningkatan ekonomi wilayah Kota Bengkulu pada sektor perbankan.
Menurut Alex, pengembangan kawasan ekonomi khusus yang terintegrasi dengan pelabuhan terbesar di Indonesia serta tersambung dengan infrastruktur Tol Trans Sumatera membuat potensi pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu makin prospektif. “Untuk sektor perumahan, ada potensi pengembangan di kawasan Aero-City, Pusat Pergudangan di area penunjang pelabuhan yang kini terus diperluas, serta penyediaan fasilitas perumahan bagi pekerja kelas menengah,” pungkasnya. (*)
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More