News Update

BTN Dorong Inovasi Perumahan Berkelanjutan Lewat Housingpreneur 2025

Poin Penting

  • BTN mendorong inovasi perumahan berkelanjutan melalui ajang BTN Housingpreneur 2025 yang melibatkan startup, arsitek, mahasiswa, dan wirausaha properti.
  • Dari lebih 8.000 pendaftar, 58 inovator terpilih menampilkan solusi hunian hijau, material ramah lingkungan, hingga teknologi AI mitigasi banjir di BTN Expo 2026.
  • Inovasi juga menyasar akses kepemilikan rumah, termasuk skema rent-to-own bagi Gen Z dan masyarakat berpenghasilan terbatas.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan di sektor hunian melalui ajang BTN Housingpreneur 2025.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo mengatakan, BTN Housingpreneur memberikan ruang bagi para startup dan wirausaha properti, arsitek serta mahasiswa untuk menampilkan inovasi dan teknologi guna mengembangkan ekosistem perumahan masa depan.

“Kami mengumpulkan startup-startup di bidang perumahan, mulai dari property technology (proptech), produsen material bangunan yang mengandung unsur sustainability, desain rumah rendah emisi atau rumah hijau, dan lain-lain,” ujar Setiyo, dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 22026.

Baca juga: BTN Proyeksikan Pertumbuhan Rumah Subsidi di Atas 10 Persen, Bidik 210 Ribu Unit di 2026

Ia menjelaskan, para inovator dari berbagai daerah tersebut menjalani proses yang panjang selama BTN Housingpreneur 2025 berlangsung.

58 Inovator Tampil di BTN Expo 2026

Dari 8.000 lebih pendaftar, sebanyak 58 inovator terpilih untuk menampilkan karya dan teknologi mereka dalam ajang BTN Expo 2026.

“Kami menggandeng talenta-talenta muda untuk membangun teknologi dan entrepreneurship di bidang perumahan, karena ekosistem perumahan selalu membutuhkan ide-ide baru. Sebagai bank yang punya ekosistem perumahan paling besar, kami mencari mitra-mitra baru yang dapat diajak berkolaborasi untuk bisa di-scale up,” jelasnya.

Baca juga: BTN Bidik 25 Ribu Nasabah Lewat BTN Expo 2026, Fokus Milenial dan Gen Z

Sejumlah peserta menghadirkan inovasi material bangunan alternatif dari berbagai jenis sampah nonplastik, seperti Parongpong Raw Lab, cat tembok berbahan sekam padi dari Agriya Surabaya, hingga pemanfaatan limbah kopi oleh Bell Living Lab Bandung untuk menekan biaya konstruksi dan dampak lingkungan.

Sementara itu, Geoflood AI dari Palembang menawarkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan risiko banjir dan kondisi lahan sejak tahap awal perencanaan hunian.

Solusi Akses Kepemilikan Hunian

Selain inovasi konstruksi, peserta juga menghadirkan solusi akses kepemilikan rumah. Ontoown dari Bandung menawarkan platform rent-to-own yang memungkinkan generasi muda dan masyarakat berpenghasilan terbatas memiliki rumah secara bertahap melalui skema sewa hingga terkumpul uang muka KPR.

“Inovasi kami berasal dari permasalahan bahwa banyak sekali hunian atau aset yang mengganggur. Tetapi di sisi lain banyak orang, terutama Gen Z, yang membutuhkan rumah namun pertumbuhan penghasilan mereka tidak lebih cepat daripada pertumbuhan harga rumah. Platform ini mempermudah Gen Z yang ingin memiliki rumah namun tidak memiliki credit history dan uang muka untuk KPR,” jelas Zikra, salah satu anggota tim Ontoown.

Melalui BTN Housingpreneur 2025, BTN membuka ruang kolaborasi antara inovator, pelaku industri, dan ekosistem pembiayaan untuk mendorong perumahan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Tantangan OJK ke Depan: Paling Utama Soal Independensi dan “Tangan Kotor” Politik Kekuasaan

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More

2 hours ago

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Rentang 7.300-7.350

Poin Penting IHSG diproyeksi melemah menguji level 7.300–7.350 setelah ditutup turun 0,69 persen ke 7.389,40… Read More

2 hours ago

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

10 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

11 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

12 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

12 hours ago