Corporate Secretary BTN, Ramon Armando (dua dari kanan) saat jumpa pers, di Jakarta, Senin, 22 Desember 2035. (Foto: Ayu Utami)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memproyeksikan pertumbuhan kredit perseroan pada 2026 berada di kisaran 8-10 persen, sejalan dengan perkiraan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.
“Secara industri, pertumbuhan kredit perbankan nasional diperkirakan berada di kisaran 8–10 persen. Untuk BTN sendiri, proyeksi pertumbuhan kredit juga berada di kisaran 8–10 persen untuk komunikasi eksternal,” ujar Corporate Secretary BTN Ramon Armando, di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
Ramon menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong oleh arah kebijakan moneter yang lebih longgar, stimulus fiskal pemerintah, serta meningkatnya aktivitas ekonomi domestik. “Namun demikian, kami tetap mencermati berbagai risiko eksternal, seperti perlambatan ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar,” katanya.
Baca juga: BTN Antisipasi Lonjakan Transaksi Nataru dengan Uang Tunai Rp19,67 Triliun
Kendati begitu, Ramon menyebut secara internal perseroan juga menyiapkan target pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, yakni di kisaran 10,6 persen hingga mendekati 11 persen.
“Namun angka tersebut masih bersifat internal dan menjadi target kerja manajemen. Untuk penyampaian ke publik, kami menggunakan pendekatan yang lebih konservatif di kisaran 8–10 persen. Kami akan memastikan kembali angka finalnya, dan nanti akan kami sampaikan secara resmi,” ungkapnya.
“Yang penting, arah pertumbuhan kredit BTN tetap dijaga secara sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kondisi makroekonomi dan manajemen risiko perseroan,” lanjut Ramon.
Sebelumnya, Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu telah menyebut target pertumbuhan kredit BTN tahun 2026 di level 10 persen sampai 12 persen.
“RBB belum disahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi ekspektasi kami kredit tumbuh 10 sampai 12 persen,” kata Nixon, seperti dikutip, Senin, 22 Desember 2025.
Baca juga: Dominasi Penyaluran KPR FLPP, BTN Catat 182.952 Unit pada 2025
Nixon menambahkan dua mesin pertumbuhan kredit di tahun depan, di antaranya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan kredit program perumahan (KPP). Dua produk ini, diyakini Nixon akan membuat pertumbuhan kredit bank lebih solid.
“Satu produk saja sudah (bisa mendorong pertumbuhan) 8 persen sampai 9 persen. Ditambah yang satu lagi, kami yakin bisa 10 persen hingga 12 persen,” tambahnya.
Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK), Nixon menargetkan bank mampu tumbuh lebih kuat dibandingkan kredit. Sedangkan, laba BTN ditargetkan naik double digit. (*) Ayu Utami
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More