Perbankan

BTN Bidik Pertumbuhan Kredit 2026 hingga 11 Persen, Ini Pendorongnya

Poin Penting

  • BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 8-10 persen.
  • Secara internal, BTN menyiapkan target lebih tinggi hingga sekitar 10,6-11 persen, meski ke publik disampaikan secara lebih konservatif untuk menjaga kehati-hatian.
  • FLPP dan kredit program perumahan (KPP) menjadi mesin utama pertumbuhan, sementara DPK ditargetkan tumbuh lebih kuat dan laba diarahkan naik dua digit.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memproyeksikan pertumbuhan kredit perseroan pada 2026 berada di kisaran 8-10 persen, sejalan dengan perkiraan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

“Secara industri, pertumbuhan kredit perbankan nasional diperkirakan berada di kisaran 8–10 persen. Untuk BTN sendiri, proyeksi pertumbuhan kredit juga berada di kisaran 8–10 persen untuk komunikasi eksternal,” ujar Corporate Secretary BTN Ramon Armando, di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Ramon menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong oleh arah kebijakan moneter yang lebih longgar, stimulus fiskal pemerintah, serta meningkatnya aktivitas ekonomi domestik. “Namun demikian, kami tetap mencermati berbagai risiko eksternal, seperti perlambatan ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar,” katanya.

Baca juga: BTN Antisipasi Lonjakan Transaksi Nataru dengan Uang Tunai Rp19,67 Triliun

Kendati begitu, Ramon menyebut secara internal perseroan juga menyiapkan target pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, yakni di kisaran 10,6 persen hingga mendekati 11 persen.

“Namun angka tersebut masih bersifat internal dan menjadi target kerja manajemen. Untuk penyampaian ke publik, kami menggunakan pendekatan yang lebih konservatif di kisaran 8–10 persen. Kami akan memastikan kembali angka finalnya, dan nanti akan kami sampaikan secara resmi,” ungkapnya.

“Yang penting, arah pertumbuhan kredit BTN tetap dijaga secara sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kondisi makroekonomi dan manajemen risiko perseroan,” lanjut Ramon.

Dirut BTN Proyeksi Kredit Tumbuh 10-12 Persen

Sebelumnya, Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu telah menyebut target pertumbuhan kredit BTN tahun 2026 di level 10 persen sampai 12 persen.

“RBB belum disahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi ekspektasi kami kredit tumbuh 10 sampai 12 persen,” kata Nixon, seperti dikutip, Senin, 22 Desember 2025.

Baca juga: Dominasi Penyaluran KPR FLPP, BTN Catat 182.952 Unit pada 2025

Nixon menambahkan dua mesin pertumbuhan kredit di tahun depan, di antaranya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan kredit program perumahan (KPP). Dua produk ini, diyakini Nixon akan membuat pertumbuhan kredit bank lebih solid.

“Satu produk saja sudah (bisa mendorong pertumbuhan) 8 persen sampai 9 persen. Ditambah yang satu lagi, kami yakin bisa 10 persen hingga 12 persen,” tambahnya. 

Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK), Nixon menargetkan bank mampu tumbuh lebih kuat dibandingkan kredit. Sedangkan, laba BTN ditargetkan naik double digit. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

9 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

10 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

14 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

14 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

18 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

20 hours ago