Maryono menambahkan, dengan menggandeng ponpes, Bank BTN juga membidik dana murah dan penyaluran pembiayaan. Hal Ini merupakan salah satu strategi BTN Syariah untuk menggapai target Dana Pihak Ketiga (DPK) Tahun 2017 yang sebesar Rp17 triliun dan target pembiayaan sebesar Rp17,3 trilun.
Pada kuartal II tahun ini BTN Syariah mencatatkan kinerja positif sejalan dengan Bank BTN konvensional. Per kuartal II 2017, BTN Syariah telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp15,82 triliun atau tumbuh 27,15 persen dari Rp12,44 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penghimpunan DPK BTN Syariah pun tercatat naik 20,34 persen dari Rp12,99 triliun menjadi Rp15,63 triliun pada Juni 2017.
Dengan catatan positif tersebut, aset BTN Syariah ikut tumbuh 22,33 persen menjadi Rp19,33 triliun pada Juni 2017 dari Rp15,8 triliun di bulan yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih BTN Syariah juga naik 30,03 persen dari Rp151,3 miliar pada Juni 2016 menjadi Rp196,72 miliar di bulan yang sama tahun ini. (*)
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More
Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More
Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting Evaluasi Coretax & CRM krusial untuk memastikan efektivitas digitalisasi pajak, terutama dalam menjangkau… Read More