News Update

BTN Akan Longgarkan Minimum DP Rumah Non Subsidi

Jakarta — BTN berencana akan menurunkam minimal pembayaran uang muka ata DP (Down Payment) rumah non subsidi hingga di bawah 10 persen.

Strategi tersebut sehubungan dengan kebijakan relaksasi LTV yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang akan berlaku mulai bulan Agustus 2018. Saat ini secara umum minimal pembayaran DP untuk rumah bersubsidi di BTN sendiri sekitar 10 persen.

“Kan ada ada relaksasi ja kita bikin lebih ringan. Kalau BI kan maksimal 0 persen. Tapi kan tidak harus 0 persen . Artinya diserahkan kepada bank sesuai dengan mitigasi resikonya sendiri.” Ujar Budi Satria, Direktur Consumer Banking BTN di acara Infobank Mortgage Forum “Prospek Bisnis Mortgage Setelah Relaksasi LTV, di Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.

Meski demikian Budi tidak memberikan angka yang pasti mengenai berapa persen DP setelah relaksasi LTV ini.

Baca juga: Peluang dan Tantangan Sektor Perumahan Versi BTN

“Masih harus dibicarakan lagi BI aturannya seperti apa, yang jelas, DP-nya untuk mendorong orang agar lebih mau mengambil KPR” tutur Budi.

Budi juga mengatakan selain menurunkan DP untuk rumah bersubsidi, BTN juga akan tetap fokus untuk menjaga NPL.

“Jangan lupa di unsur LTV itu tidak hanya DP maksimal 0 persen tapi juga ada ketentuan NPL. Kalau NPL di atas 5 kan ketentuan tidak berlaku” jelasnya.

Sebagai informasi, per kuartal 1 2018 BTN menyalurkan kredit sebesar Rp202,5 triliun atau meningkat 19,34 persen secara year on year. Sementara itu, dari jumlah kredit tersebut kredit perumahan mencapai 91,09 persen, atau naik 20,32 persen dari Rp 153, 31 triliun menjadi Rp184,46 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. (Dicky F. Maulana)

Risca Vilana

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago