Ilustrasi - ATM Emas (ATM Gold to Go) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). (Foto: Pexels/Ben Vloon)
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tengah menyiapkan 50 layanan ATM Emas di seluruh Indonesia, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2025.
“Itu sudah diperkenalkan (ATM Emas). Jadi kita sudah pesan beberapa, mungkin akhir tahun inilah (meluncur). Kira-kira kemunginan 50 ATM,” kata Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika saat ditemui wartawan di Gedung UGM Samator, dikutip, Jumat, 22 Agustus 2025.
Baca juga: Transaksi Bank Emas Tembus Rp1 Triliun, Ada 17 Bank Minat Jalankan Bisnis Bullion
Bob menjelaskan, ATM Emas tidak berfungsi seperti ATM biasa untuk setor tunai, melainkan hanya untuk pengambilan emas batangan, sehingga mempermudah dan mempercepat transaksi nasabah.
“ATM emas itu tidak konteksnya yang benar-benar bukan seperti ATM bisa setor, tapi itu adalah untuk narik ngambil batangan emasnya daripada ke kantor (teller bank), dan itu mungkin mesinnya itu juga berada di dalam kantor-kantor cabang kita,” pungkasnya.
Baca juga: Punya Layanan Bank Emas, BSI Bisa Perkuat Ekosistem Bisnis Logam Mulia
Boy menambahkan, pihak BSI akan mengidentifikasi wilayah dengan potensi transaksi emas tertinggi untuk menempatkan ATM Emas di lokasi strategis.
“Nah nanti kan kami akan mengidentifikasi kira-kira yang memang banyak kemudian potensi untuk masyarakat yang transaksi emasnya di mana, itu nanti kami belum tentukan persisnya,” ungkapnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More