Perbankan

BSI Salurkan Bantuan 78,8 Ton Logistik Senilai Rp12 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Poin Penting

  • BSI dan BSI Maslahat menyalurkan bantuan 78,7 ton senilai Rp12 miliar bagi korban bencana di Sumatra, dengan fokus utama distribusi di Provinsi Aceh
  • Dapur umum dan posko kesehatan didirikan di sejumlah wilayah terdampak, dengan distribusi sekitar 2.000 paket makanan per hari untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat.
  • Layanan perbankan BSI berangsur pulih di wilayah terdampak, ditandai dengan 136 dari 145 kantor di Aceh kembali beroperasi serta peningkatan layanan ATM.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI bersama BSI Maslahat telah menyalurkan bantuan total sebanyak 78,7 ton atau senilai Rp12 miliar untuk korban bencana di wilayah Sumatra dan sebagian besar alokasi bantuan didistribusikan ke Provinsi Aceh. 

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bantuan yang dikirimkan berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, hingga pakaian.

“Ada juga perahu karet dan alat bantu komunikasi berupa Starlink dan telepon satelit yang diperuntukkan mensupport kegiatan pemerintah daerah setempat di dalam mengatasi bencana ini,” jelas Wisnu dikutip 14 Desember 2025.   

Baca juga: Strategi BSI Perkuat Penetrasi Layanan Keuangan Syariah di Indonesia

Selain mendistribusikan logistik, BSI dan BSI Maslahat serta warga setempat menyediakan dapur umum di Langsa dan Bireuen serta posko kesehatan di Kuala Simpang. 

“Setiap hari dua ribu paket makanan didistribusikan untuk membantu mensupport kegiatan masyarakat di masa tanggap darurat,” lanjut Wisnu.

Wisnu menyebut, dapur umum hasil kerja sama itu mulai aktif sejak 6 Desember 2025 di Tamiang, Langsa, dan Kuala Simpang, karena wilayah ini relatif siap dengan ketersediaan air bersih dan sarana pendukung lainnya. 

Layanan Perbankan BSI

Sementara terkait aksesbilitas nasabah dalam pelayanan bank, BSI terus mengoptimalkan layanan di 13 wilayah yang terdampak bencana. 

Terhitung sejak Senin, 8 Desember 2025, BSI sudah bisa menghadirkan coverage operasional di 13 wilayah tersebut termasuk di wilayah Kuala Simpang, Tamiang, meskipun belum 100 persen cabang beroperasi. 

Hingga 11 Desember 2025, dari total 145 kantor BSI di Region Aceh, sebanyak 136 kantor telah kembali beroperasi, sehingga tersisa 9 kantor yang masih menunggu kesiapan hingga kondisi memungkinkan. Layanan di daerah bencana dioperasikan menggunakan genset dan starlink.

Baca juga: Purbaya Ogah Salurkan Baju Sitaan Disumbangkan ke Korban Bencana Sumatra

Selanjutnya, sebanyak 497 dari 920 unit ATM telah berstatus in service dengan availability sebesar 54 persen. 

Sementara di Region Medan, seluruh cabang kini telah beroperasi 100 persen dan 450 dari 488 unit ATM kembali berjalan sehingga mencatatkan availability sebesar 92 persen dan di wilayah Sumbar seluruh kantor layanan dan ATM BSI sudah normal 100 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

12 mins ago

Pemerintah Resmi Berlakukan WFH ASN, Bagaimana dengan Pekerja Swasta?

Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More

18 mins ago

LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

Poin Penting LPS mulai verifikasi nasabah PT BPR Pembangunan Nagari per 31 Maret 2026, menyusul… Read More

25 mins ago

Ada 5.688 Aduan Mis-selling Asuransi, Total Kerugian Tembus Rp790 Miliar

Poin Penting Tercatat 5.888 aduan mis-selling PAYDI (2020–pertengahan 2025), dengan 686 kasus terbukti dan 5.004… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Melemah 0,61 Persen ke Level 7.048

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,61 persen ke level 7.048,22. Mayoritas sektor dan seluruh indeks… Read More

4 hours ago

BGN Hentikan Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Ini Alasannya

Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur mulai 1 April 2026. Penghentian… Read More

4 hours ago