Perbankan

BSI Pastikan Layanan Perbankan di Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetap Berjalan

Poin Penting

  • Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala genset.
  • Keselamatan karyawan menjadi prioritas utama, seluruh pegawai dilaporkan dalam kondisi aman.
  • Sebagian besar ATM berfungsi normal, menunjukkan kesiapan sistem business continuity BSI.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan layanan perbankan di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) tetap berjalan meski sebagian infrastruktur terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis, 2 April 2026 pagi.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta mengatakan, pihaknya terus memantau seluruh cabang di wilayah terdampak. Ia menyebut operasional kantor cabang tetap berjalan normal, meski terdapat kendala pada satu unit genset.

“Sejak tadi pagi saya mantau, semua cabang-cabang itu kemudian alhamdulillah memang semuanya on. Cuma satu cabang yang gensetnya itu tidak jalan, tapi kemudian tetap dialihkan ke cabang yang lainnya,” ujar Bob saat ditemui di Komplek Perkantoran BI, Kamis, 2 April 2026.

Meski demikian, BSI tetap memproritaskan seluruh keselamatan jiwa dari pegawai dan keluarganya sebagai langkah utama dalam merespons kondisi darurat.

“Tapi memang setiap hal seperti ini yang kami selalu prioritaskan, pertama adalah keselamatan jiwa, yaitu karyawan dan keluarga. Alhamdulillah itu semua aman,” ungkapnya.

Baca juga: Gempa M 7,6 Guncang Sulut Berpotensi Tsunami, BMKG Beberkan Penyebabnya

Selain itu, BSI memastikan layanan tetap berjalan karena kebutuhan transaksi masyarakat tetap tinggi, terutama dalam kondisi darurat.

“Karena ini menyangkut layanan kepada masyarakat. Tadi yang saya sampaikan memang alhamdulillah semua cabang bisa berjalan, kecuali satu yang genset,” tambahnya.

ATM dan Aset Tetap Terkendali

Bob menyebut gangguan hanya terjadi pada satu Kantor Cabang Pembantu (KCP) Manado Samratulangi. Cabang lainnya tetap beroperasi normal dengan dukungan listrik cadangan.

Sementara itu, layanan ATM mengalami gangguan terbatas, namun mayoritas tetap berfungsi.

“Sebanyak 39 mesin ATM termonitor normal, 1 mesin dispenser error, 1 mesin bermasalah pada card reader, dan 2 mesin offline. 2 mesin offline. Jadi mungkin 39 mesin masih normal. Jadi cuma 2 yang terdampak, kalau yang 2 lagi memang karena offline saja,” bebernya. 

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Setoran Zakat BSI Tembus Rp1,07 Triliun

Di sisi lain, BSI juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah aset untuk memastikan kondisi tetap aman. Menurut Bob, hal ini menunjukkan kesiapan sistem manajemen keberlangsungan usaha (business continuity management) yang telah diterapkan.

“Kita melihat beberapa aset-aset yang memang nanti harus dicek. Tapi alhamdulillah hal seperti ini menunjukkan business continuity management kita berjalan,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Indonesia-Korea Selatan Sepakati Investasi Rp173 Triliun, Ini Sektornya

Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More

19 mins ago

BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More

1 hour ago

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

2 hours ago

Jelang Long Weekend Paskah, IHSG Kembali Ditutup Merosot 2 Persen Lebih ke Posisi 7.026

Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More

2 hours ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah 2025 Tembus Rp3.100 Triliun, Naik 8,61 Persen

Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More

2 hours ago

KPP Supply Bank BPD Bali Tembus Rp44,40 Miliar di Awal 2026

Poin Penting Penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Bank BPD Bali tumbuh signifikan, dengan sisi supply… Read More

3 hours ago