News Update

BSI Optimistis Pengguna BYOND by BSI Tembus 10 Juta

Poin Penting

  • Pengguna BYOND by BSI tumbuh 197 persen yoy sejak diluncurkan, mendorong total pengguna mobile banking BSI tembus >9 juta (target >10 juta pada 2026).
  • Fitur seperti Tabungan Emas (mulai Rp50 ribu) mendongkrak adopsi, dengan pengguna naik 417 persen yoy menjadi >530 ribu nasabah.
  • Volume transaksi BYOND mencapai >730 juta (naik 52 persen yoy) dengan nilai sekitar Rp820 triliun (tumbuh 48 persen yoy)

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong penguatan kanal digital melalui layanan mobile banking andalannya, BYOND by BSI. Bank syariah terbesar di Tanah Air ini optimistis mampu mencatat 10 juta pengguna mobile banking.

Sejak diluncurkan pada November 2024, superapp ini menjadi pintu utama nasabah dalam mengakses layanan perbankan yang kian praktis dan fleksibel, seiring meningkatnya adopsi gaya hidup cashless, khususnya di kalangan generasi muda.

BYOND merupakan superapp perbankan digital yang dirancang modern dan interaktif, selaras dengan kebutuhan finansial masa kini.

Dalam waktu satu tahun sejak peluncurannya, jumlah pengguna BYOND melonjak signifikan hingga 197 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski demikian, BSI tetap mengoperasikan BSI Mobile sebagai kanal pendukung.

Baca juga: BSI Catat Laba Rp1,36 Triliun per Februari 2026, Ditopang Bisnis Emas dan Digital

Hingga Desember 2025, total pengguna mobile banking BSI telah melampaui 9 juta user, terdiri dari sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile.

Lonjakan pengguna BYOND tidak terlepas dari akselerasi transformasi digital yang dilakukan perseroan melalui pengembangan fitur dan produk inovatif.

Salah satu yang menjadi daya tarik adalah layanan bullion bank berupa Tabungan Emas yang dapat diakses melalui BYOND dengan nominal terjangkau mulai Rp50 ribu.

Inovasi ini mendorong jumlah pengguna Tabungan Emas menembus lebih dari 530 ribu nasabah, atau tumbuh 417 persen yoy.

Selain itu, BSI juga memperkaya fitur aplikasi, termasuk penguatan ekosistem haji dan umrah.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, digitalisasi terbukti menjadi katalis dalam mendorong kinerja bisnis perseroan.

“Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,” ujarnya dalam keterangan resminya, 31 Maret 2026.

Ke depan, BSI akan mempercepat transformasi digital pada 2026 melalui peningkatan kapabilitas teknologi, kualitas layanan, serta perluasan ekosistem digital.

Langkah ini diarahkan untuk mendongkrak jumlah pengguna, frekuensi transaksi, dan nilai transaksi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai penyedia solusi keuangan syariah yang adaptif.

Saat ini, BSI telah didukung ekosistem e-channel yang terintegrasi, mulai dari BSI Call 14040, sekitar 6.000 ATM/CRM, BYOND, BEWIZE untuk cash management institusi, BSI Net, hingga jaringan BSI Agen yang telah mencapai lebih dari 126 ribu agen di seluruh Indonesia, serta layanan remitansi di berbagai negara.

Melalui BYOND, nasabah dapat menikmati beragam layanan dalam satu aplikasi, mulai dari pembukaan rekening, investasi emas, pembiayaan, hingga fitur sosial dan spiritual seperti ZISWAF, pencarian lokasi masjid, dan arah kiblat.

Baca juga: Pembiayaan BSI Tumbuh 14,32 Persen Jadi Rp323 Triliun di Februari 2026

Fitur pembukaan tabungan haji dengan setoran awal Rp100 ribu juga menjadi salah satu yang diminati. Sepanjang 2025, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108 persen yoy menjadi sekitar 380 ribu nasabah.

Penguatan fitur dan ekosistem digital tersebut turut mendorong lonjakan transaksi. Sepanjang setahun terakhir, volume transaksi BYOND mencapai lebih dari 730 juta transaksi, tumbuh 52 persen persen, dengan nilai transaksi menembus sekitar Rp820 triliun atau meningkat 48 persen secara tahunan.

“Pada 2026, kami optimistis dapat melampaui 10 juta pengguna mobile banking. Target ini ditopang strategi transformasi digital yang terintegrasi lintas kanal dan ekosistem,” tutup Anggoro. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Phishing Kian Marak, BRI Minta Nasabah Kenali Modus Link Palsu

Poin Penting BRI mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan digital, khususnya melalui link palsu… Read More

5 mins ago

Soal Praktik Mis-selling, Konsep Pertanggungjawaban Bersyarat Dinilai Lebih Adil bagi Industri Asuransi

Poin Penting Praktik mis-selling PAYDI/Unit Link masih menjadi penyumbang terbesar keluhan konsumen di industri asuransi… Read More

16 mins ago

Bank Jatim Raup Laba Rp1,61 Triliun di 2025, Tumbuh 24,80 Persen

Poin Penting Bank Jatim mencetak laba bersih Rp1,61 triliun pada 2025, naik 24,80 persen yoy,… Read More

29 mins ago

Transisi PSAK 117 Sukses, Asuransi Bintang Cetak Laba Rp45,8 Miliar di 2025

Poin Penting PT Asuransi Bintang Tbk membukukan laba komprehensif Rp45,8 miliar dan ekuitas Rp460,5 miliar,… Read More

2 hours ago

Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar Global, BBM Subsidi Tunggu Tanggal Mainnya

Poin Penting Harga BBM nonsubsidi ditentukan oleh mekanisme pasar global sesuai regulasi pemerintah. BBM nonsubsidi… Read More

2 hours ago

Kredit UMKM Masih Tertekan, Turun 0,6 Persen pada Februari 2026

Poin Penting Kredit UMKM pada Februari 2026 terkontraksi 0,6% yoy menjadi Rp1.484,9 triliun, melanjutkan tren… Read More

2 hours ago