PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerjasama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan menjalin kerja sama strategis bersama Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari komitmen kedua pihak dalam menghadirkan pembiayaan proyek Efisiensi Energi (EE) yang lebih luas melalui model de-risking. Model ini menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, dan asuransi performa (surety bond).
Proyek EE dilakukan melalui model Energy Savings Insurance (ESI), yang dapat dijadikan referensi bagi pengembangan produk pembiayaan hijau atau efisiensi energi.
Baca juga: BSI Pastikan Layanan Perbankan di Aceh Telah Kembali Normal
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060”, ujar Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, Selasa, 6 Januari 2026.
Bob menambahkan, kerja sama ini menunjukkan konsistensi BSI dalam mengimplementasikan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan.
Ia menambahkan, berbagai program dan produk ramah lingkungan terus dikembangkan guna mewujudkan visi keberlanjutan BSI. Di antaranya, portofolio pembiayaan berkelanjutan sebanyak 24,60 persen dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni Rp73,16 Triliun per September 2025.
Baca juga: Begini Dukungan BSI terhadap Program MBG
BSI, bebernya, juga telah menerbitkan Sukuk Sustainability dengan dua tahap. Tahap pertama dan kedua Sukuk Sustainability yang diterbitkan berturut-turut sebanyak Rp3 triliun dan Rp5 triliun pada 2024 dan 2025 serta berbagai inovasi keberlanjutan yang telah BSI laksanakan.
MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI, Rima Dwi Permatasari, dengan Sustainable Finance Senior BASE, Pablo Osés Bermejo, disaksikan Wadirut BSI, Wakil Menteri Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE KESDM, Kepala Badan Standardisasi Kementerian Perindustrian, dan Departemen Surveilans dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK.
Kolaborasi ini menjadi tonggak awal dukungan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dalam program UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), yakni program pendanaan kerja sama Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More
Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More
Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More
Poin Penting Bank Jambi meningkatkan sistem TI dan pengawasan transaksi sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya memastikan THR ASN, TNI, dan Polri cair awal Ramadan 2026… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik 1,19% ke level 8.310,22 pada perdagangan 18 Februari 2026, dengan… Read More