News Update

BSI Dukung Penjamin Simpanan Emas, Ini Alasannya

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap mendukung rencana pemerintah menghadirkan penjamin simpanan emas usai Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan bank emas pada 26 Februari 2025.

Direktur Penjualan dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengungkapkan, dengan kehadiran  penjamin simpanan emas akan menjadikan ekosistem bisnis emas memiliki jaringan pengaman yang lebih kuat bagi masyarakat dengan stabilitas lebih terjaga bagi industri.

“Ini sebuah langkah yang sangat baik. Ada dorongan terhadap infrastruktur ekosistem bullion bank. Sehingga instrumen investasi logam mulia ini semakin terpercaya. Di sisi lain akan memperkuat stabilitas industri,” ujar Anton seperti dikutip ANTARA, Senin, 11 Agustus 2025.

Menurutnya, kehadiran penjamin simpanan emas memang harus menjadi prioritas. Sebab, bisnis bullion bank terus menunjukkan pertumbuhan dengan prospek yang semakin menjanjikan.

Apalagi hal ini sejalan dengan langkah strategis yang dilakukan pemerintah tersebut dalam menjaga stabilitas harga logam mulia di pasar Tanah Air.

Terlebih, kata dia, investasi emas bersifat safe haven dan wealth protector, sehingga menjadi salah satu pilihan investasi utama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

“Potensi bullion bank ini sangat besar, bukan hanya untuk masyarakat sebagai nasabah, namun juga bagi ekonomi nasional. Seperti kita ketahui, logam mulia ini sebagai wealth protector untuk masyarakat. Emas juga mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara,” bebernya.

Baca juga: BSI dan Prudential Syariah Jalin Kerja Sama Layanan Bancassurance

Di BSI sendiri, bisnis emas mencatatkan kinerja positif. Transaksi pembelian emas melalui BSI pada kuartal II 2025 melonjak 441 persen secara year-on-year (yoy).

Dengan pertumbuhan yang signifikan tersebut, total gramasi pembelian emas di BSI mencapai 693 kilogram. Sementara total transaksinya mencapai 238.000 kali.

“Bisnis bullion menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BSI yang akan terus kami jaga pertumbuhannya secara berkelanjutan. Saat ini kami terus berupaya memperkuat inklusi bank emas. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan logam mulia secara fisik maupun digital,” tutup Anton.

Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) didorong untuk menjadi penjamin simpanan emas di bank bulion, mengingat saat ini belum ada penjamin resmi untuk simpanan emas.

Baca juga: BSI Dukung Investasi Hijau sebagai Strategi Menuju Bonus Demografi

Sementara itu, Direktur Manajemen Strategis dan Perumusan Kebijakan LPS Ridwan Nasution mengatakan pihaknya bakal mengikuti peraturan yang berlaku.

Bila LPS mendapat mandat untuk menjadi penjamin simpanan emas, tim internal akan mengkaji dan menyusun skema penjaminan.

“Kami akan kaji dan diskusikan di LPS. Karena ini masih baru, jadi harus kami lihat dulu seperti apa detailnya bisnis model dari usaha bulion,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

10 mins ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

6 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

6 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

6 hours ago

Pengumuman Penunjukan Ketua dan Wakil Ketua DK OJK

Selain itu diumumkan juga penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota DK OJK Pengganti Ketua dan… Read More

6 hours ago

Pjs Dirut BEI Pengganti Iman Rachman Diumumkan Senin Pekan Depan

Poin Penting BEI akan mengumumkan Pjs Direktur Utama sebelum perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah… Read More

7 hours ago