Perbankan

BSI Cetak Laba Rp5,57 Triliun di Kuartal III 2025, Tumbuh 9,04 Persen

Poin Penting

  • BSI mencatat laba bersih Rp5,57 triliun hingga kuartal III 2025, didorong oleh kenaikan pembiayaan 12,65 persen menjadi Rp301 triliun dan kualitas aset yang terjaga dengan NPF gross 1,84 persen.
  • DPK naik menjadi Rp348 triliun dengan porsi dana murah (CASA) 59,48 persen atau Rp207 triliun.
  • Total aset BSI mencapai Rp417 triliun (+12,37 persen yoy) dan jumlah nasabah tembus 22,6 juta (+7,67 persen yoy).

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI melanjutkan kinerja positifnya dengan membukukan laba bersih Rp5,57 triliun di kuartal III 2025. Laba ini naik 9,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian kinerja tersebut didorong oleh peningkatan pembiayaan dan dana murah di tengah kondisi ekonomi yang berangsur pulih. 

Selain itu, peningkatan laba bersih turut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang meningkat sebanyak 12,65 persen yoy menjadi Rp301 triliun hingga kuartal III 2025. 

“Kualitas pembiayaan terjaga, dengan NPF (Non-performing Financing) gross sebesar 1,84 persen, membaik 13 basis poin dari tahun sebelumnya,” kata Anggoro dalam Konferensi Pers di Jakarta, 29 Oktober 2025.

Baca juga: BSI Serap 85 Persen Dana Pemerintah, Target Selesai Oktober 2025

Dari sisi penghimpunan dana, BSI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp348 triliun atau tumbuh 15,66 persen yoy, dengan dana murah atau Current Account and Saving Account (CASA) menjadi kontribusi utama 59,48 persen terhadap total DPK atau mencapai Rp207 triliun.

Total aset BSI hingga kuartal III 2025 juga tumbuh 12,37 persen yoy menjadi Rp417 triliun. Kenaikan DPK tersebut ditopang oleh pengembangan infrastruktur digital, termasuk aplikasi BYOND by BSI yang telah digunakan oleh 5,23 juta pengguna melonjak hingga 164 persen secara year to date (ytd).

Sementara Direktur Finance dan Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menambahkan pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan perbaikan rasio keuangan, salah satunya rasio financing to deposit ratio (FDR) yang berada di level 86,29 persen pada kuartal III 2025.

“Sesuatu yang kita lihat sangat positif. Kembali berkali-kali kami sampaikan menggambarkan situasi makro ekonomi di Indonesia yang rasanya semakin membaik, terutama setelah kuartal I 2025,” ujar Ade dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Laba Bank Permata Tumbuh 3,5 Persen Jadi Rp2,9 Triliun di Kuartal III 2025

Jumlah Nasabah BSI

Sebagai informasi, jumlah nasabah BSI juga telah mencapai 22,6 juta atau naik 7,67 persen yoy. Lalu BSI memiliki 1.039 kantor cabang dan unit layanan, serta 126 ribu agen, yang tumbuh 16,49 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Transformasi digital juga semakin kuat, dengan pertumbuhan transaksi QRIS BSI sebesar 30 persen yoy dan 34 juta pengguna aplikasi BEWIZE yang meningkat 40 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

7 mins ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

30 mins ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

48 mins ago

IHSG Ditutup Anjlok 1,37 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

1 hour ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

2 hours ago