Perbankan

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting

  • Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial 33,91 persen, melampaui ketentuan regulator 30 persen
  • Pertumbuhan UMKM didorong kebijakan pro-rakyat, seperti Program Makan Bergizi Gratis, KUR Syariah, pelatihan, sertifikasi halal, serta pendampingan berkelanjutan
  • Kinerja UMKM BSI tetap resilien di tengah tantangan global, dengan lebih dari 349,71 ribu pelaku UMKM, kualitas pembiayaan terjaga, dan fokus pada ekosistem

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan pembiayaan UMKM dalam mendongkrak pertumbuhan bisnis retail perseoran. Hingga November 2025, pembiayaan UMKM mencapai Rp51,78 triliun dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial BSI sebesar 33,91 persen. Angka ini sudah berada di atas ketentuan yang ditetapkan regulator sebesar 30 persen.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, capaian tersebut didorong atas berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang pro kerakyatan yang juga memberikan angin segar untuk bisnis UMKM.

“Di antaranya, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan UMKM bersubsidi melalui program KUR Syariah, peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, sertifikasi halal dan lainnya,” ujar Erwan, dalam keterangannya, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

Ia menambahkan, UMKM menjadi salah satu gate awal pembiayaan ritel yang potensial jika dibina dan didampingi secara tepat. Mulai dari akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan dan program sertifikasi halal dan akses pasar bagi UMKM serta pelaksanaan berbagai literiasi dan inklusi yang masif dan merata.

Baca juga: Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

“Sinergi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker (penjamin pembelian) adalah kunci agar UMKM naik kelas. BSI sendiri telah memiliki UMKM Center di berbagai kota di Indonesia sebagai wujud nyata pendampingan kami, mulai dari hulu hingga hilir. Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, segmen UMKM akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada 2026,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, bank syariah pelat ini menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Tahun 2025, kinerja pembiayaan UMKM yang tetap tumbuh secara tahunan (yoy) dengan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent), penguatan proses bisnis dan fokus pada ekosistem halal.

Baca juga: Jurus Baru BSI Garap Segmen Ritel Syariah

Meskipun dihadapkan pada tantangan makroekonomi global dan penyesuaian daya beli masyarakat yang menyebabkan perlambatan di beberapa sub-sektor, kinerja segmen UMKM di BSI masih menunjukkan daya tahan (resilience) yang baik dan memiliki kualitas pembiayaan terjaga.

Pada periode ini, jumlah UMKM BSI mencapai lebih dari 349,71 ribu orang. Hal ini membuktikan bahwa pembiayaan syariah untuk UMKM tumbuh positif dan solid.

Terutama di sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, jasa kesehatan, makanan dan minuman halal dan pengelolaan halal value chain. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

5 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

8 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

9 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

9 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

10 hours ago