Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna. (Foto: Khoirifa)
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat jumlah tabungan haji atau Number of Account (NoA) terus mengalami peningkatan yang positif, mencapai 6,33 juta rekening pada 2025.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2019 yang tercatat sekitar 3,60 juta nasabah.
“Jadi kenaikan tahunannya terus 2025 sekarang sudah 6,33 juta menabung di BSI untuk tabungan haji ya, dari dulu cuma 3,60 juta tahun 2019, 4,38 juta pada saat kita merger,” kata Anton dalam acara Ngopi bareng Media di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.
Baca juga: BSI Dukung Penjamin Simpanan Emas, Ini Alasannya
Anton menjelaskan, berdasarkan tren peningkatan sejak 2019 hingga 2025, BSI mencatat pertumbuhan sekitar 2 juta rekening tabungan haji dalam empat tahun terakhir.
“Sekarang sudah 6,3 juta jadi kenaikannya sekitar 2 juta dalam jangka waktu empat tahun terakhir, ini besar sekali,” imbuhnya.
Adapun, BSI juga terus mempermudah nasabah untuk mendaftar haji secara daring melalui aplikasi BYOND by BSI.
Kemudahan ini mendorong lonjakan pendaftaran haji online hingga 2024 yang mencapai 42 persen dari total pendaftar.
Baca juga: BSI International Expo 2025 Hadirkan 50 Travel Haji, Umrah, dan Wisata Halal
“Alhamdulillah dengan adanya BYOND kita sudah mulai bisa gunakan BYOND ada kenaikan, jadi kalau 2022 yang pendaftaran haji online itu hanya 11 persen, 2023 23 persen, kemudian di 2024 di angka 42 persen,” ujar Anton. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Ekonom CSED INDEF menekankan kepastian regulasi, dengan meminta BEI dan OJK tetap dikelola… Read More
Poin Penting LPDB fokus membiayai UMKM yang belum bankable melalui skema pembiayaan produktif berbasis koperasi,… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 25–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, dipicu… Read More
Poin Penting Transaksi digital Livin’ by Mandiri mendominasi, dengan 99,2% transaksi ritel non-tunai dilakukan secara… Read More
Poin Penting Ekonom desak konsolidasi cepat OJK menyusul pengunduran diri beruntun petinggi agar roda organisasi… Read More
Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More