Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil memboyong penghargaan “Top 20 Financial Institution 2023” versi majalah The Finance dengan kategori bank beraset Rp100 triliun hingga dibawah Rp500 triliun.
Selain itu, BSI juga berhasil meraih penghargaan sebagai “Best of the best CFO kategori bank beraset Rp200 triliun hingga dibawah Rp500 triliun kepada Direktur keuangan & Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho.
Berdasarkan data yang dihimpun Infobank, BSI berhasil meraih penghargaan ini, lantaran mendapat predikat “sangat bagus” dengan nilai total 95,12.
Baca juga: Direktur Bank DKI, Romy Wijayanto Raih The Best CFO dari The Finance
Adapun penilaian sendiri dilakukan berdasarkan laporan kinerja keuangan lima lembaga keuangan dalam tiga tahun terakhir, yakni dari Juni 2021- Juni 2023.
Khusus untuk aspek pertumbuhan laba, rating rating “Top 20 Lembaga Keuangan 2022” menggunakan angka pertumbuhan dan rasio-rasio keuangan penting di lima lembaga.
Setelah mengukur pertumbuhan dan rasio-rasio keuangan penting, masing-masing bank akan mendapat nilai total. Nilai terbaik pada rating ini adalah minimal 81,00 hingga 100,00.
Selanjutnya, bank-bank yang di-rating akan diperingkat berdasarkan nilai total dan dibagi berdasarkan kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU).
Lantaran kuota rating hanya maksimal 20 bank, bank-bank yang mendapat nilai minimal 81,00 akan kembali diseleksi dengan cara melihat besarnya aset.
Baca juga: Erick Thohir Tak Mau Buru-Buru Cari Investor untuk BSI, Ini Alasannya
Chairman The Finance Eko B. Supriyanto mengatakan, penghargaan yang diraih para pemenang merupakan bentuk apresiasi The Finance kepada institusi dan eksekutif dari lembaga keuangan dengan kinerja terbaik selama tiga periode laporan keuangan.
“Mereka layak mendapat penghargaan, sebab meski dalam tekanan Pandemi Covid-19 dan dinamika ekonomi global, mereka mampu menunjukkan kinerja terbaiknya,” papar Eko. (*)
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More