Perbankan

BRImo Tembus 44,4 Juta Pengguna, Transaksi Harian Naik ke Rp25 Triliun

Poin Penting

  • Pengguna BRImo naik ke 44,4 juta, transaksi harian Rp25 triliun.
  • Penguatan infrastruktur digital mendorong lonjakan volume transaksi.
  • DPK naik ke Rp1.474,8 triliun, CASA meningkat dan biaya dana turun.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat jumlah pengguna aplikasi Super Apps BRImo mencapai 44,4 juta hingga akhir September 2025. Angka tersebut tumbuh 19,4 persen secara tahunan. Seiring dengan itu, nilai transaksi harian BRImo menembus Rp25 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa BRI terus memperkuat infrastruktur dan mesin transaksi melalui platform digital seperti BRImo dan Qlola, merchant, EDC, QRIS, hingga AgenBRILink

 “Ini adalah mesin yang dimiliki BRI yang luar biasa besar jumlahnya dibandingkan dengan kompetitor dan ini mulai kita hangatkan mesinnya,” kata Hery dalam keterangan resmi, Jumat, 14 November 2025.

Baca juga: Viral Saldo Ratusan Juta Raib, BRI KC Kabanjahe Pastikan Sudah Ganti Dana Nasabah

Hery menyampaikan bahwa volume transaksi BRImo yang sebelumnya sekitar Rp14 triliun per hari pada Maret 2025, dan meningkat menjadi Rp25 triliun per hari pada September 2025.

“Hal ini merupakan dampak peningkatan utilisasi infrastruktur transaksi BRI yang sejalan dengan kenaikan volume transaksi, sehingga berdampak pada peningkatan dana pihak ketiga di BRI,” terangnya.

Kinerja BRImo yang tumbuh signifikan tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga BRI yang secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp1.474,8 triliun.

Baca juga: Gandeng BRI, Ultra Corporation Integrasikan UVOS di Aplikasi BRImo

Secara kualitas, komposisi dana juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 67,6 persen dari total DPK.

Pertumbuhan CASA mencapai 14,1 persen yoy, didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh sebesar 24,5 persen yoy dan tabungan tumbuh 7,2 persen yoy.

Transformasi Digital Perkuat Profitabilitas BRI

Komposisi CASA yang meningkat berkontribusi langsung pada penurunan biaya dana pihak ketiga. Dengan demikian, transformasi digital BRI tidak hanya memperluas akses layanan dan kenyamanan nasabah, namun juga memperkuat profitabilitas perseroan serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan BRI secara berkelanjutan.

Hery Gunardi menegaskan bahwa kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat.

BRI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi yang dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi melalui BRIVolution Reignite. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago