Categories: Perbankan

BRI Telah Salurkan KUR Rp9,3 triliun

Semarang–PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sejak Agustus hingga 18 November menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp9,3 triliun. Seperti diketahui, BRI merupakan bank penyalur KUR dengan jatah terbesar yaitu Rp21,4 triliun. Dari jumlah itu, targetnya Rp17 triliun merupakan KUR mikro dengan plafon sampai Rp25 juta, Rp4 triliun untuk KUR ritel dengan plafon Rp25juta- Rp500 juta, dan Rp400 miliar untuk KUR TKI.

Berdasarkan data per 18 November 2015, total jumlah KUR Mikro yang telah disalurkan Bank BRI sebesar Rp8,160 triliun dengan 559.121 debitur dan KUR Ritel sebesar Rp1,110 triliun dengan 5.982 debitur. Dengan demikian, total KUR yang telah disalurkan sejak 18 Agustus 2015 oleh Bank BRI adalah Rp9,271 triliun dengan 565.103 debitur. Hingga akhir bulan ini, Perseroan menargetkan 600 ribu nasabah.

“BRI menyalurkan KUR dengan tenaga 8000 orang, ” kata Asmawi Syam, Direktur Utama BRI pada acara Grebek Pasar di Semarang, Minggu 22 November 2015.

Untuk mendorong penyaluran KUR, lanjut Asmawi, Perseroan akan menambah jumlah tenaga pemasarnya menjadi 10.000 orang hingga tahun depan. BRI juga melakukan terobosan dalam menambah sumber daya pemasarnya dengan merekrut anak pedagang pasar untuk dijadikan Sales Person Bisnis Mikro (SPBM).

“Sengaja kita rekrut mereka, dengan dasar pertimbangan bahwa mereka sangat memahami kondisi usaha dan kondisi psikologis para pedagang pasar, paham akan kebutuhan riil pelaku ekonomi di pasar, dan merupakan putra daerah yang paham akan kultur daerah yang bersangkutan,” tambah Asmawi.

Perseroan juga melakukan perbaikan sistem penyaluran KUR dan mendukung penyaluran KUR dengan teknologi khususnya electronic banking (e-Banking). Khusus untuk untuk mempercepat proses pinjaman, termasuk KUR, BRI melakukannya dengan instrumen Loan Approval System (LAS) Mobile, sehingga proses analisa dan putusan bisa dilakukan langsung di hadapan nasabah, tanpa harus menunggu kembali ke kantor.(*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

LPEI Bukukan Laba Rp252 Miliar di 2025, Tumbuh 8 Persen

Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More

2 hours ago

PINTU Gandeng Aparat Hukum Perkuat Keamanan Industri Kripto

Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More

3 hours ago

IAI Inisiasi Indonesia Sustainability Reporting Forum, Ignasius Jonan Jadi Ketua

Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More

4 hours ago

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

6 hours ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

7 hours ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

8 hours ago