Jakarta–PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan II Bank BRI Tahap I Tahun 2016 dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp7 triliun.
Penerbitan tersebut masuk dalam rangkaian dari Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI dengan total keseluruhan sebesar Rp20 triliun.
Direktur Keuangan Bank BRI, Haru Koesmahargyo mengatakan, bahwa obligasi ersebut diterbitkan dalam lima seri.
Seri A memiliki tenor 370 hari dengan indikasi bunga antara 6,50% hingga 7,25% per tahun, seri B tenor 3 tahun dengan indikasi bunga antara 7,25% hingga 8,00% per tahun, seri C tenor 5 tahun dengan indikasi bunga 7,50%- 8,25% per tahun, seri D tenor 7 tahun dengan indikasi bunga antara 8,00% sampai 8,75% per tahun, seri E tenor 10 tahun dengab indikasi bunga antara 8,15% sampai 8,90% per tahun.
“Obligasi ini bertujuan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan guna mendukung pengembangan bisnis kami melalui penyaluran kredit secara ekspansif namun dengan prinsip prudential banking dan good corporate givernance (GCG),” ujar Haru, di Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2016.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan investasi obligasi ini sangat layak untuk dipertimbangkan mengingat tren tingkat suku bunga yang saat ini cenderung menurun.
“Jika dibandingkan dengan obligasi milik pemerintah, obligasi yang ditawarkan oleh Bank BRI memiliki imbal hasil yang lebih menarik,” ujarnya.
Obligasi ini mendapatkan peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Indonesia (Pefindo). Sedangkan, penjamin pelaksana emisi efek PT Bahana Securities, PT BCA Sekuritas, PT Danareks Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia dab PT Indo Premier Securities.
Adapun periode penawaran awal (bookbuilding) obligasi ini akan dilakukan pada 26 Oktober – 9 November 2016, dengan tanggal efektif diharapkan pada 21 November 2016. Sedangkan periode penawaran umum akan dilaksanakan pada 22-23 November 2016.
Setelah itu, untuk tanggal penjatahan akan dilakukan pada 28 November 2016, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 29 November 2016. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More