Ilustrasi: Layanan BRI. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir 2025 mencapai kisaran 7 hingga 9 persen.
Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto menyampaikan, kinerja positif BRI diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun, sejalan dengan capaian kuartal III 2025 yang berjalan sesuai target perseroan.
“Kami optimis juga bisa menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan sustain. Untuk kredit, kami proyeksikan bisa tumbuh di kisaran 7 hingga 9 persen,” kata Agus dalam konferensi pers kinerja keuangan BRI Triwulan III 2025, Kamis (30/10).
Baca juga: BRI (BBRI) Umumkan Pembagian Dividen Interim pada Januari 2026
Sebagaimana diketahui, hingga September 2025, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,3 persen (yoy) menjadi Rp1.438,11 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM mencapai Rp1.150,73 triliun, atau sekitar 80,02 persen dari total portofolio kredit.
Kualitas kredit BRI juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di level 3,08 persen, serta NPL coverage yang kuat di angka 183,09 persen.
BRI juga memiliki permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) ada di level 25,4 persen.
Dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level yang memadai sebesar 86,5 persen. Angka ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Baca juga: Saham Masih Undervalue, BRI Buka Opsi Buyback Lagi Senilai Rp2,5 Triliun
Selain itu, struktur pendanaan BRI terus membaik, tecermin dari rasio dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 67,6 persen pada akhir kuartal III 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More