Perbankan

BRI Sepakat Tebar Dividen Rp52,10 Triliun, 91 Persen dari Laba 2025

Poin Penting

  • BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan payout ratio tinggi mencapai 91 persen (Rp345 per saham)
  • Rasio dividen meningkat dibanding tahun sebelumnya (86 persen), mencerminkan komitmen kuat kepada pemegang saham
  • Sisa dividen final diperkirakan Rp208 per saham setelah interim Rp137 per saham, sementara Rp4,55 triliun ditahan sebagai laba ditahan.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI dalam rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 menyepakati pembagian dividen sebesar Rp52,10 triliun dari laba bersih tahun 2025.

Pada 2025, BRI membukukan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp56,65 triliun.

Nilai dividen tersebut sekitar 91 persen dari total laba bersih konsolidasi tahun 2025 atau setara dengan Rp345 per lembar saham.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 86 persen dari laba bersih konsolidasi.

Baca juga: BRI Alihkan Saham BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management 

Sementara itu, pemegang saham juga menyepakati penetapan sebesar Rp4,55 triliun untuk digunakan sebagai saldo ditahan perseroan.

Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen interim senilai Rp20,6 triliun atau Rp137 per lembar saham pada 15 Januari 2026 lalu. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan BRI di estimasi senilai Rp208 per lembar saham.

Kinerja BRI Sepanjang 2025

Sebagai informasi, BRI sepanjang 2025 berhasil mencetak laba bersih secara kondolidasi sebesar Rp57,13 triliun. Capaian laba tersebut menurun 5,26 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp60,30 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa pada 26 Februari 2026, kinerja kredit BRI masih tumbuh solid. Tercatat kredit BRI secara konsolidasi naik 12,31 persen yoy menjadi Rp1.521,49 triliun pada 2025. 

Dari kualitas kredit, rasio non performing loan (NPL) gross berada di level 3,29 persen, meningkat dari 2,94 persen. Sedangkan NPL net berada di level 0,96 persen dari sebelumnya 0,75 persen. Meski mengalami kenaikan, rasio NPL tersebut masih di bawah ambang batas regulator, yakni 5 persen.

Kinerja intermediasi lainnya juga solid. Dana pihak ketiga (DPK) bank yang fokus pada UMKM ini tercatat sebesar Rp1.466,84 triliun di sepanjang 2025. 

Baca juga: BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Jika dirinci, giro tercatat sebesar Rp448,20 triliun atau naik 19,66 persen dibanding tahun 2024 sebesar Rp374,55 triliun. Sedangkan tabungan tercatat Rp587,58 triliun, naik 7,93 persen dibandingkan Rp544,42 triliun dan deposito sebesar Rp431,05 triliun dari Rp446,46 triliun atau tumbuh 3,45 persen. Adapun, komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai 70,61 persen.

Sejalan dengan kinerja keuangan tersebut, total aset BRI sepanjang 2025 mengalami kenaikan 7,1 persen yoy menjadi Rp2.135,37 triliun. Sebagai pembanding, total aset BRI pada 2024 sebesar Rp1.992,18 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

10 mins ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

10 mins ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

28 mins ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

52 mins ago

Kejagung Ungkap Modus Pengondisian Tender dalam Kasus Petral

Poin Penting Kejagung mengungkap modus pengondisian tender yang menyebabkan harga minyak dan produk kilang dalam… Read More

1 hour ago

Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste

Poin Penting PT Pegadaian membuka kantor cabang di Timor Leste sebagai langkah strategis memperluas layanan… Read More

1 hour ago