Ilustrasi. Kawasan perumahan. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga akhir Desember 2025 telah menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia.
Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Baca juga: Survei BI: Penjualan Properti Lesu, Pembelian Rumah Masih Didominasi KPR
Penyaluran KPRS BRI mencakup berbagai skema pembiayaan, dengan porsi terbesar melalui KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp15,74 triliun.
Selain itu, BRI juga menyalurkan KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan.
“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny dalam keterangan resmi, dikutip, Kamis, 29 Januari 2026.
“Penyaluran KPRS ini merupakan wujud nyata kontribusi BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah,” sambungnya.
Seiring tingginya permintaan hunian subsidi, BRI memperoleh peningkatan alokasi pembiayaan KPR FLPP secara bertahap sepanjang 2025.
Pada Agustus 2025, kuota meningkat dari 17.700 menjadi 25.000 unit, kemudian naik menjadi 32.000 unit, dan kembali bertambah menjadi 33.000 unit pada Desember 2025.
Baca juga: Penyaluran KUR BRI Tembus Rp163,38 Triliun, Jangkau 3,5 Juta Debitur
Untuk tahun 2026, BRI mendapatkan kuota pembiayaan KPR FLPP sebanyak 36.261 unit. Peningkatan tersebut memperkuat peran BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta memperluas ketersediaan hunian layak bagi masyarakat.
Penyaluran KPRS juga sejalan dengan dukungan BRI terhadap Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan pemerataan ekonomi.
Pembiayaan perumahan dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tukang, hingga logistik dan UMKM di sekitar kawasan perumahan.
“Kami memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan nasional. Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendorong sektor UMKM di sekitarnya,” imbuh Dhanny.
“BRI akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK menyebut protection gap asuransi bencana masih lebar akibat rendahnya kesadaran dan kepercayaan… Read More
Poin Penting IHSG sesi I turun 5,91 persen ke level 7.828,47 dari posisi pembukaan 8.320,55.… Read More
Poin Penting Indonesia berisiko bencana sangat tinggi, peringkat kedua dunia dengan lebih dari 3.000 kejadian… Read More
Poin Penting Outflow investor asing pada perdagangan 28 Januari 2026 mencapai Rp6,12 triliun, dengan tekanan… Read More
Poin Penting Sebanyak 41 persen keputusan investasi IT dipimpin CIO/Technology Leaders, namun keterlibatan CEO dan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 29 Januari 2026 di… Read More